article / Building / Desain Apartemen 55 Meter Persegi Ini Simpel dan Compact Meski Minim Kaca
16 Januari 2019 1K Views

Desain Apartemen 55 Meter Persegi Ini Simpel dan Compact Meski Minim Kaca


Apartemen di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, seluas 55 meter persegi ini memiliki desain yang simpel dan compact. Pemilik hunian atau klien ingin huniannnya lebih lapang dari eksisting sebelumnya, serta memiliki banyak tempat penyimpanan. Namun, meminimalisir penggunaan cermin.

Suasana Studio sebagai desainer apartemen ini, mengubah hampir keseluruhan eksisting agar sesuai keinginan klien. Awalnya, apartemen ini terdiri dari 3 kamar tidur, 1 kamar tidur pembantu, dan 3 kamar mandi. Kini, layout diubah menjadi 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, dan 1 powder room.

sumber foto

Semula, living room memiliki luas yang terbilang sempit. Setelah melalui pembongkaran, akhirnya terdapat area foyer yang difungsikan sebagai storage sepatu. Uniknya, storage ini menjadi pembatas antara area foyer dengan living room.

Desain storage sengaja dibuat berukuran cukup panjang, yakni 180 cm agar dapat memuat koleksi sepatu milik klien. Pilihan warna putih untuk memberikan kesan simpel pada ruangan.

sumber foto

Sejajar dengan area foyer, terdapat area dapur hasil pembongkaran. Klien memiliki hobi memasak, untuk itu desainer merubah dapur jadi lebih luas. Uniknya, dapur dibagi menjadi dua bagian yang terletak di bagian kanan dan kiri foyer. Untuk bagian kanan difungsikan sebagai area preparation cooking.

Pilihan material kabinet dari kayu berwarna terang dipilih untuk memunculkan kesan compact. Warna kayu tersebut dipadukan dengan material marmer pada backsplash dan top table-nya.

Dapur di bagian kiri berfungsi sebagai area basah. Meski sebagai area basah, dapur ini tetap terlihat clean berkat adanya kabinet yang dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan berbagai barang, termasuk tempat sampah.

sumber foto

Beralih ke area living room. Hasil pembongkaran membuatnya terlihat lebih lapang. Sofa sengaja diletakkan menempel pada bagian storage sepatu. Cara cerdas untuk menyiasati area terbatas. 

Material lantai pada living room menggunakan kayu vinyl warna cerah. Klien menginginkan penggunaan material kayu, tapi tak ingin repot dalam hal perawatan. Untuk masalah ini, kayu vinyl menjadi pilihan tepat karena perawatannya lebih mudah daripada kayu parket.

Desain living room terasa hangat berkat indirect lighting. Cahaya yang dihasilkan bisa membuat ruangan jadi lebih hidup. Patut dicoba untuk hunian anda!

Satu bagian dinding dimanfaatkan sebagai area pajangan barang koleksi klien berupa piringan hitam, menampilkan dekorasi yang artistik.

Di sisi kanan living room, desainer meletakkan area makan berkonsep compact. Menyiasati tempat terbatas, desainer memilih 4 stool yang bisa ditumpuk jika tidak digunakan, lalu disimpan di bawah meja makan.

 

sumber foto

Area berikutnya yaitu kamar tidur utama. Kamar ini diubah jadi lebih luas, dirancang bernuansa putih dan cokelat sebagai aksennya, serta dibuat compact. Desainer memanfaatkan berbagai sudut kamar untuk penyimpanan, mulai dari bawah kasur, headboard, hingga bagian atas meja kerja.

Letak meja kerja yang berada di sebelah kasur ini bukan tanpa alasan. Selain mendapat pencahayaan langsung dari jendela, juga untuk memudahkan klien duduk dari tempat tidurnya, sehingga tak membutuhkan adanya kursi kerja. Menarik ya?

sumber foto

Nah, di bagian headboard tersebut menyatu dengan area walk in closet. Sengaja dibuat garis lurus untuk memudahkan sirkulasi agar tak mengganggu pemandangan. Headboard yang merupakan lemari built in ini cukup unik.

Lemari ini dirancang dengan sliding door untuk menghemat area. Jika dibuka, tak hanya area penyimpanan yang terlihat, tetapi juga meja dandan! Meja ini dibuat minimalis dengan kursi yang tersimpan rapi di dalamnya.

sumber foto

Di dalam kamar tidur utama ini juga terdapat kamar mandi. Desainer mengganti semua material dengan granite tiles yang memadukan warna putih dan hitam, membuat tampilannya jadi lebih elegan.

Kamar tidur tamu berada di seberang kamar utama. Desainnya dirancang dengan built in furniture untuk wardrobe dan storage. Klien yang masih single, memanfaatkan kamar ini untuk menampung beberapa teman yang akan menginap.

sumber foto

Fyi, semua pintu di apartemen ini didesain berupa pocket door (semacam sliding door). Jenis pintu ini cocok untuk hunian compact karena seolah "menghilang" jika pintu digeser karena dibuat tersembunyi.


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter