article / Interior / Mengagumkan! Dipanggil Dekorator Gila, Alexey Mendesain Interior Sebuah Bar di Rusia dengan Tema Meleleh Lengkap dengan Sejarah Bangunannya!
06 November 2017 157 Views

Mengagumkan! Dipanggil Dekorator Gila, Alexey Mendesain Interior Sebuah Bar di Rusia dengan Tema Meleleh Lengkap dengan Sejarah Bangunannya!

Alexey Steshak merupakan salah satu dekorator yang sangat berbakat. Ia disebut dengan panggilan mad decorator karena dekorasinya yang terbilang cukup gila. Salah satu proyek paling barunya adalah Black Bar di Altai Republic, Rusia. Tentunya mendesain interior bar ini tidaklah mudah. Butuh waktu satu tahun baginya untuk mendekornya menjadi sebuah bar yang unik. Hal ini dikarenakan dia melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Tentunya hal ini dipengaruhi oleh pekerjaannya yang ia lakukan diberbagai bidang seni seperti desain interior, mosaic, modelling, desainer furniture, dan berbagai seni lainnya. Baginya bar yang ia desain ini tidak hanya sebuah interior namun juga sebuah cerita pada ruangannya.

Alexey tidak sekedar mendekor interior saja namun juga mengumpulkan berbagai cerita dari berbagai orang mengenai tempat tersebut. Dari situlah ia mencoba memadukan sebuah cerita dengan interiornya. Dengan gaya mosaicnya itulah ia coba terapkan di dalam ruangan bar.

Ia pun memulai sebuah kisah fiksi bagi bar itu dimulai dari menceritakan sebuah bangunan yaitu pabrik peleburan kayu yang sukses. Namun kesuksesannya itu tiba-tiba lenyap begitu saja dalam beberapa jam karena sebuah bencana.

Pengunjung bar ini mengingkan pub dengan gaya Irish. Namun Alexey mengubahnya menjadi sesuatu yang berbeda dengan berbagai desain interiornya yang ia buat. Dikarenakan perkiraannya bahwa pengunjung bar ini akan lebih banyak pria, maka warna hitam dan abu-abu dipilih sebagai warna utama dalam ruangan.

Karena perfeksionisnya tentu mendesain sendiri segala hal untuk bar menjadi hal yang biasa baginya. Mulai dari sofa, frame kayu untuk cermin, pintu yang tampak meleleh, hingga berbagai karya lainnya seperti lukisan mosaic yang ia rancang. Karya yang dihasilkannnya penuh dengan kerumitan dari pekerjaan manual. Dengan menuangkan segala curah hatinya ke dalam pekerjaannya, ia membuat desain yang indah dengan kisah yang menarik.

Seluruh ruang dan sudutnya memiliki sebuah kisah mengenai bangunan pabrik peleburan kayu. Dimulai dari sebuah kisah professor Plav yang sudah menempuh pendidikan selama 25 tahun dan menciptakan sebuah metode peleburan kayu pada tahun 1876 yang mendapatkan sebuah penghargaan Nobel.

Lalu pada Festival Sains Dunia di Paris disitulah professor Plav mendemonstrasikan karyanya dan bertemu dengan seorang pengusaha kaya Gilbert Black. Black sangat kagum dan tertarik dengan hasil penemuan ini dan akhirnya mengajak Plav untuk membuka sebuah pabrik peleburan.

Sebuah ruangan utama dalam pabrik dipisahkan dengan ruangan lainnya menggunakan dinding yang kuat, lalu tepat dibelakangnya terdapat tungku peleburan yang besar. Pada interiornya tempat ini dijadikan area makan dengan sofa dan desain yang menunjukkan area tungku. Selain itu juga terdapat empat buah lampu gantung pada langit-langitnya.

Dalam ceritanya, tempat yang begitu panas ini dioperasikan oleh sebuah robot karena suhu didalamnya yang tidak dapat ditahan oleh manusia. Bahkan bagian dari langit-langit pun meleleh menjadi sebuah frame pada cermin.

Lalu ruangan hallnya merupakan area resepsionis dan tempat bekerja para karyawan. Pada area ini terdapat meja, pohon palem, dan juga kipas yang berputar dan berbunyi. Nah pada kenyataannya area tersebut didesain menjadi ruang makan dengan bar di salah satu sisi dindingnya. Keunikan lainnya yang terdapat di area utama ruang makan dan bar ini adalah plafonnya yang disusun secara unik.

Lalu disekitar ruang makan itu terdapat sebuah ruang penyimpanan kecil tempat penyimpanan bahan kimia untuk melelehkan. Di tempat ini professor Plav juga membuat sebuah robot pengaduk yang difungsikan untuk mencampur bahan kimia berbahaya yang berada di ruang penyimpanan. Ruangan yang dimaksud ini adalah sebuah koridor dengan wastafel di dindingnya. Menghubungkan dua ruang lainnya yaitu toilet pria dan wanita.

Pada wastafelnya terdapat keunikan yaitu sebuah gambar prototipe robot. Menariknya lagi wastafel ini benar-benar didesain secara manual. Seluruh keramikan yang ada disusun secara artistik oleh Alexey.

Untuk area toilet pria merupakan tempat penyimpanan material kimia yang merupakkan campuran unik untuk proses  peleburan. Desain unik terlihat dengan perpaduan pelingkup metal emas dengan susunan batu hitam pada sekeliling permukaan dindingnya.

Lalu untuk toilet wanita, merupakan gudang penyimpanan dengan ruang terbuka sehingga tanaman liar tumbuh dengan bunga yang cantik di dindingnya. Layaknya seperti tanaman rambat, susunan keramik di dinding terdesain begitu cantik dan indah. Tentunya sesuai dengan tema cerita yang dikisahkan.

Bencana yang terjadi pada pabrik ini berlangsung saat larut malam. Karena campuran yang tidak diolah dengan baik, area kerja pun terbakar yang memicu ledakan besar. Untungnya pada saat itu pabrik kosong sehingga tidak ada korban berjatuhan.

Dinding partisi yang kuat pun hancur begitu saja. Semburan udara panas masuk ke area koridor dan meleburkan segala sesuatu yang dilewatinya termasuk pintu depan.

Karena hal tersebutlah akhirnya pabrik ditutup. Lalu beberapa dekade berikutnya mereka (pemilik bar) menemukan tempat tersebut dan membangun kembali tempat tersebut. Selain menyalakan kembali robot-robot professor, mereka juga menemukan berbagai lukisan yang selamat secara ajaib dan menggantungnya di dinding. Koridor yang dihiasi karya seni tersebut tentunya dikerjakan oleh Alexey. Ubin lantai pun dibuat menarik dengan berbagai pola susunan yang acak. Adapun satu lukisan unik yang diperkirakan adalah kekasih professor semasa itu.

Itulah kisah dari black bar yang berubah dari pabrik menjadi sebuah bar. Tentunya adanya kisah ini membuat orang jadi penasaran dengan tempat ini. Bahkan beberapa orang sempat mencari di Google mengenai kisah ini yang aslinya hanya sebuah karangan Alexey saja. Namun cerita dan desain interiornya terasa begitu mirip sehingga kisah ini pun menjadi cukup menarik untuk diikuti.

Gambar diatas merupakan detail dari plafon black bar. Tentunya hal ini dibuat sepotong demi sepotong oleh Alexey sehingga memiliki ukuran dan bentuk yang bermacam-macam. Adapun bagian balok plafon yang lebih tebal ataupun tipis sehingga memperlihatkan tekstur plafon.

Tidak hanya pada plafon, begitu pula dengan seluruh dekorasi lainnya dalam ruangan. Seperti dinding metal, lampu gantung, hingga lukisan serta ornamen yang tampak seperti meleleh pun keseluruhan hasil kerja kerasnya selama satu tahun. Tak heran dia punya julukan "Mad Decorator".

sumber: boredpanda | homeguide.ru

Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter