article / Building / Antitesis-Ekstrim: Rumah Miring di Kota Padat Jakarta
02 Mei 2017 3K Views

Antitesis-Ekstrim: Rumah Miring di Kota Padat Jakarta

Rumah miring karya arsitek tanah air yaitu Budi Pradono merupakan salah satu desain rumah di Jakarta yang terbilang unik. Selesai dibangun pada tahun 2015, rumah ini terletak di kawasan elit Pondok Indah dengan luasan 320 meter persegi. Kawasan ini merupakan area hunian yang banyak ditempati oleh orang-orang terkenal seperti musisi, politisi, dan juga selebriti.

Rumah yang terletak disamping rumah musisi Ahmad Dhani ini memiliki warna rumah yang berkebalikan. Jika rumah Ahmad Dhani berwarna hitam, rumah miring ini lebih didominasi dengan warna putihnya. Disengaja dengan bentuk miring, rumah ini merupakan bentuk antitesis ekstrim sang arsitek pada bentuk kolom dekoratif dengan detail mediterania yang terdapat pada rumah-rumah umumnya.

Rumah yang terlihat miring ini tidak miring di dalamnya. Tinggi bangunan melebihi tinggi atap sekitarnya. Aksen miring pada rumah diperlihatkan pada kerangka bajanya yang dimiringkan sesuai dengan kemiringan atap lingkungan tersebut. Hal ini juga merupakan satu dari beberapa bentukan protes pada rumah yang ditunjukkan oleh Budi Pradono.

Rumah miring ini terdiri dari tiga lantai utama dan satu lantai mezanin di lantai dasar. Pada lantai dasarnya terdapat area parkir kendaraan, ruang tamu sekaligus pantry, kamar mandi, kolam renang, dan juga ruang belajar pada area mezaninnya. Pembatas antara area parkir dan ruangan di dalamnya adalah kenaikan lantai pada bangunannya. Pada lantai dasar ini area benar-benar cukup terbuka dan lapang. Kolom penyangga yang miring memberikan kesan unik pada rumah ini.


Furniture pada ruangan ini seperti meja pantry pun diberi kesan miring yang sesuai dengan konsep rumah. Pada bagian ruang belajar di lantai mezanin, diselubungi dengan kaca dan terkesan melayang di atas kolam renang. Pada dinding pembatas di samping kolam, tanaman yang menjalar dari atas ke bawah ini memberikan nuansa alam pada rumah.

Tangga sebagai sirkulasi vertikal pada rumah ini juga didesain dengan material dan warna serupa yaitu kerangka baja yang didesain seperti jaring-jaring dan dibuat menggantung pada struktur langit-langitnya.

Meskipun tampak modern, rumah ini tidak meninggalkan sisi alaminya. Penghijauan dapat terlihat diberbagai area rumah ini. Bahkan ketika menaiki tangga, dapat terlihat atap mezanin ruang belajar juga didesain dengan rumput hijau.


Pada lantai kedua, terdapat kamar tidur utama dan kamar mandi. Kamar tidur utama terletak dibagian rumah yang menghadap ke jalan utama. Ruangan ini dilingkupi dengan jendela kaca yang disusun secara miring mengikuti pola rumah miring. Pelingkup kaca digunakan agar pemilik rumah dapat menikmati pemandangan sungai yang berada di lingkungan tersebut.

Area kamar tidur terhubung dengan balkon yang membiarkan pohon alami tumbuh menjulang dari tanah di lantai dasar bangunan. Lantai balkon yang tersusun dari papan kayu itu pun memberi kesan dekat dengan alam.


Kamar mandi yang dibuat seluas 16 meter persegi ini dibuat sebagai salah satu bentuk memenuhi gaya hidup masyarakat masa kini yang lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi. Dimana pengguna dapat menikmati ketenangan sambil memainkan smartphone ataupun membaca koran. Kamar mandi terletak pada area belakang rumah yang memiliki tingkat privasi lebih.

Didesain dengan menambahkan dinding tertutup di sudut ruangan yang membentuk pola miring. Material pada area kamar mandi juga dipadukan dengan lantai granit abu-abu yang membuat ruangan ini tidak licin dan monoton.

Untuk lantai paling atas digunakan sebagai lounge dan juga kamar tidur tamu. Lounge pada area depan bangunan disuguhkan dengan pohon yang menjulang. Serta atap miring bangunan yang tertutup hanya pada satu sisi saja. 

Jika dilihat dari potongan rumah, terlihat jelas ketinggian ruang di dalam rumah berbeda-beda. Pada lantai dasar ruangan lebih tinggi dan memberikan kesan ruang yang monumental namun juga terlihat rendah melalui bentuk miring yang dimunculkan oleh rangka bajanya.

Ruang privat pada rumah ini berada di area tengah pada bangunan yang diapit oleh area publik yang membuatnya menyerupai dengan bentukan sandwich. Tangga utama di area belakang rumah menghubungkan ketiga lantai tersebut. Ketika menaiki tangga rumah ini pun dapat terlihat taman pada bagian belakang rumah yang berada di ketinggian bordes tangga lantai pertama.

sumber :rumah miring | Budi Pradono


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter