article / Building / Design Rumah Dengan Lahan Terbatas
03 Oktober 2017 965 Views

Design Rumah Dengan Lahan Terbatas

Sering kali sebagai arsitek kita mendapatkan job atau pekerjaan dengan luasan lahan minimum tetapi kebutuhan konsumen atau klien maksimum :)

  Sumber : Google earth

Hal pertama yang kita tanyakan adalah kebutuhan ruang dan budget tentunya. Apabila budget tidak terbatas tentu tidak jadi masalah tetapi apabila budget terbatas tentu saja arsitek harus bekerja extra dengan pemikiran2 yang lebih sulit, dalam hal ini arsitek berperan aktif dalam hal interview terhadap kebutuhan ruang klien tersebut, sehingga arsitek bisa merumuskan secara skala prioritas, ruang-ruang apa yang harus ada dan tidak ada.

Ada beberapa macam teori mengenai konsep dasar dalam merancang, hal ini tentunya akan berubah ketika manusia menyesuaikan dengan peradabannya. Arsitek-arsitek hebat pada jamannya seperti Richard Meier yang selalu memperhatikan tentang warna, cahaya, dan tempat , desain arsitekturalnya pun menerapkan tentang geometri bangunan sederhana, lapisan-lapisan ruang , dan efek cahaya yang berpengaruh terhadap ruang itu sendiri.

Atau teori seperti Frank Lloyd Wright yang selalu disebut arsitek organic karena memperhatikan tentang kesederhanaan dan ketenangan, korelasi alam, topografi , warna alam dan sifat bahan. Tantangan arsitek sekarang tentunya berbeda. Menurut saya, arsitek sekarang tumbuh pada jaman dengan di masalah lahan yang terbatas kebutuhan akan efisiensi ruang menjadi sangat penting, suasana dan iklim sangat berbeda dengan arsitek pendahulu kita. Bisa di sebut ini tantangan arsitek modern saat ini.


Sumber foto :duitpintar.com

 Sumberfoto : indirakasa.com


        Lahan yang terbatas menjadi isu yang menarik ketika para arsitek berusaha mempola sebuah bangunan yang sustainable. Tentunya dalam pandangan secara mikro, ada tanggung jawab besar di lingkup makro, dimana peran arsitektur kawasan perkotaan untuk bisa mengatur dan mempola menjadi baik. Artikel ini mencoba membahas mengenai konsep secara mikro yaitu rumah. Rumah adalah elemen dari berbagai macam bangunan yang ada di permukaan bumi, dimana di dalamnya terdapat kelompok yang dinamakan keluarga. Keluarga ini mempunyai karakter dan kebiasaan - kebiasan yang berbeda dengan keluarga yang lain, atau bisa di katakan: beda rumah beda karakter.

"arsitek menjadi bagian dalam membentuk sebuah karakter ketika arsitek berhasil dalam mempola setiap layout rumah menjadi nyaman seringkali efek positif pada keluarga tersebut akan mengikutinya, beda hal ketika rumah tidak di desain secara matang dan terukur," yang terjadi adalah masalah sosial dan masalah keluarga yang ada.

Kenapa saya katakan demikian? Arsitek itu belajar tentang pola sirkulasi manusia, belajar tentang psikologi ruang (sehinga ruang menjadi nyaman), arsitek itu belajar tentang sirkulasi udara yang baik (sehingga penghuni sehat), arsitek belajar tentang rasa, dan masih banyak lagi. Karena arsitek bisa di katakan sutradara dalam hal merencanakan sebuah hunian. Sehingga perasaan visual tercipta dengan baik, Kita semua bisa membayangkan kalo rumah berantakan pasti suasana gundah, cemas, dan mudah marah akan sering terjadi.


 

 contoh :  konsep sirkulasi udara

        Arsitek dalam mendesain harus benar-benar mengetahui kondisi existing dari lokasi yang akan di bangun,karena arsitek akan merespon kondisi lingkungan dan arah angin dan arah matahari secara benar,serta unsur-unsur lain yang dapat memperkuat bangunan baik secara visual maupun non visual,rumah yang di desain secara benar akan menghasilkan kualitas hidup penghuni menjadi baik.

 

 sumber : blessthisstuff.com

sumber : adrtoolbox.com


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
indirakasa architects studio
Architecture I Interior design I Art I Graphic Design

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter