article / Building / Llano Exit Strategy, Empat Pasangan Membuat Hunian Kota Kecil Untuk Mereka Sendiri dan Hasilnya pun Mengagumkan!
02 November 2017 6K Views

Llano Exit Strategy, Empat Pasangan Membuat Hunian Kota Kecil Untuk Mereka Sendiri dan Hasilnya pun Mengagumkan!

Empat pasang sahabat yang sudah menjalin pertemanan selama 20 tahun tentunya ingin hidup berdekatan satu sama lain. Selain berdekatan dengan sesama mereka juga memilih untuk dekat dengan lingkungan sehingga mereka memutuskan untuk membuat kota kecil bagi mereka sendiri. Tempat tinggal mereka ini diberi nama "Llano Exit Strategy", dilengkapi dengan empat kabin keci menghadap ke arah sungai Llano di luar Austin, Texas.

Setiap kabinnya dapat merogoh pengeluaran sebesar $40.000. Arsitek dari perkotaan mini ini adalah Matt Garcia yang tentunya mendesain kabin dengan konsep sustainable. Berbagai cara pun ditempuh agar bangunan dapat menyatu dengan alam dan juga lebih eco.

Kabin setiap hunian dilingkupi dengan baja bergelombang yang memberikan motif pada setiap fasad bangunannya. Dinding baja itu tentu juga merupakan dinding reflektif yang akan memantulkan panas pada waktu musim panas. Dengan bukaan pintu dan jendela sederhana menghiasi fasad depan bangunannya. Material yang digunakan pada jendela adalah kaca insulasi sehingga panas dari matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah.

Rumah dengan layout persegi panjang ini dipasangkan dengan atap yang berbentuk kupu-kupu, dimana titik tengah dari atap tersebut dapat menampung air hujan dan dimasukkan dalam barel air. Barel air ini sendiri dapat diisi dengan 5000 galon air hujan. Tentunya air hujan ini dapat digunakan kembali untuk mengairi lahan di lingkungan kabin ini. Bangunan ini juga diinsulasi dengan lapisan busa pada dinding untuk membuat kabin lebih dingin ketika musim panas dan tidak membeku ketika musim dingin.

Pada bagian dalam kabinnya, beberapa ruang dibiarkan terbuka dan saling menyatu satu sama lain. Seperti yang terlihat pada gambar. Ruang tamu yang juga digunakan sebagai ruang keluarga ini bersebelahn dengan ruang kerja. Seluruh dinding dalam bangunan dilingkupi dengan kayu plywood. Hal ini memberikan kesan hangat pada seisi ruangan dalam kabin. Selain itu harganya yang terjangkau pun menghemat biaya pengeluaran dalam konstruksi hunian ini.

Ruang tidur dengan ruang tamu dipisah dengan menggunakan pembatas kain tirai yang menggantung dari balok langit-langitnya. Tempat tidur berupa double bed karena setiap kabinnya diisi oleh sepasang suami-istri. Rak-rak buku pada ruang tidur dipasang pada dinding ruangan sehingga tidak banyak memakan tempat. Jendela sebagai ventilasi pun berada di bagian dinding atas pada kabin.

Untuk area ruang kerjanya dipenuhi dengan rak-rak serbaguna. Tidak hanya sebagai area untuk menyimpan dan menata buku koleksi mereka, namun juga digunakan untuk menyimpan berbagai pakaian dan sepatu mereka. Dapat dilihat dengan adanya rak kotak  dengan keranjang pada bagian bawah meja. Untuk keranjang anyamnya mereka menyimpan pakaian sandang mereka.

Lalu pada ruangan selanjutnya terdapat ruang kamar mandi yang dilengkapi dengan wastafel dan juga mini pantry pada bagian sudut ruangnya. Ditempat itu lah tersimpan beberapa peralatan pangan seperti gelas, piring, dan perabotan lainnya. Ruang kamar mandi bisa dibilang terlihat cukup modern dengan furniture toilet duduk dan wastafel putihnya. Selain itu pun ada pula lampu di sebelah kaca yang cukup unik tergantung di dindingnya. Pada area ini dinding diberikan ubin sekitar satu meter dari permukaan lantai. Hal ini digunakan agar dinding kayu tidak basah dan ruangan tidak lembab.

Selain membuat empat buah kabin sebagai tempat hunian, mereka juga mendesain sebuah rumah utama. Rumah utama berukuran sekitar 450 meter persegi digunakan untuk tempat berkumpul dan makan bersama empat pasangan ini. Selain itu, hunian tersebut akan diisi dengan area dapur dan juga hiburan yang dapat digunakan bersama.

Area dapur dan ruang makan ini hanyalah sebagian kecil fitur pada rumah utama ini. Terdapat ruang keluarga untuk menonton tv dan kegiatan bersama lainnya di dalam bangunan ini. Material yang digunakan pada rumah utama sama dengan kabinnya yaitu plywood dengan bukaan jendela di beberapa sisi dindingnya. Ruang tidur tamu juga disediakan pada rumah ini dilengkapi dengan tempat tidur tingkat. Adapun bagian outdoor rumahnya area beranda di belakangnya dengan meja piknik oktagonal untuk duduk santai menikmati pemandangan matahari terbenam.

Untuk saat ini memang mereka hanya lebih sering mengunjungi kota kecil mereka ini, namun kedepannya mereka akan menghuni rumah-rumah kabin tersebut ketika mereka sudah pensiun dan menghabiskan masa tua mereka bersama. Masih banyak hal pula yang harus dikerjakan untuk menyempurnakan lingkungan ini dengan menanam berbagai tumbuhan sehingga lingkungannya lebih terasa asri dan nyaman.

sumber: matt garcia | huffingtonpost | gardenandgun

 

 
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter