article / Home Decor / Mendesain Interior Rumah Ala Industrial dengan 8 Langkah Mudah !!
24 Mei 2018 676 Views

Mendesain Interior Rumah Ala Industrial dengan 8 Langkah Mudah !!

Mendesain interior rumah tentunya menjadi hal yang sangat menyenangkan dan juga melelahkan. Berbagai macam gaya dapat diterapkan tergantung dengan selera pemilik rumah huniannya. Dari gaya modern hingga rustic bisa menjadi tampilan yang nyaman dalam rumah. Gaya modern atau minimalis mungkin sudah sering terdengar di telinga kita. Namun ada satu konsep yang lebih menarik dan cukup unik untuk diterapkan pada hunian. Gaya konsep desain tersebut adalah industrial.

impressiveinteriordesign

Konsep industrial merupakan salah satu gaya desain dimana rancangannya terfokus pada desain ala pabrik dengan adanya material ekspos, tampilan interior yang tampak tidak selesai, ataupun tampilan mekanikal yang tampak memukau. Desain ini memang sangat jarang diterapkan pada hunian keluarga saat ini, namun ketika kamu menerapkannya dalam rumah, tentu saja rumahmu akan terlihat trendy dan beda dari yang lain. Berikut beberapa cara merancang interior berkonsepkan gaya industrial.

1. Cari inspirasi terlebih dahulu dari bangunan tua

decoist

Untuk anda yang belum punya bayangan seperti apa itu gaya desain industrial, anda harus terlebih dahulu mencari tampilan desain berkonsep sejenis. Salah satunya adalah dengan melihat bangunan-bangunan tua yang masih berdiri kokoh. Desain industrial muncul pada tahun 70an dimana terdapat banyak bangunan pabrik atau gudang yang ditutup dan diubah menjadi hunian.

Setelah menemukan berbagai macam contoh bangunan industrial, anda harus melihat keseluruhan desain ruangnya. Memahami ciri khas desain industrial pada bangunan tua seperti adanya dinding bata ekspos atau ekspos material baja yang sering ditemui pada atap bangunan industri. Hal tersebut akan membuat anda memikirkan ide-ide serupa dengan desain industrial.

2. Pilih material yang akan diterapkan dalam interiornya

\

decoist


Memilih material yang sesuai dengan kesan yang ingin ditonjolkan akan cukup penting pada hunian ini. Pemilihan materialnya sendiri memang cukup terbatas untuk gaya desain industrial seperti metal, batu bata, ataupun berbagai material metal lainnya. Setiap material akan memberikan tampilan yang beragam. Perpaduan keseluruhan material juga dapat dilakukan dalam rancangannya. Material tersebut tentunya tidak hanya terdapat pada strukturnya saja namun juga pada furniture, ornamen ataupun bagian lain dalam hunian.

3. Mengekspos detail sistem mekanikal dalam ruangannya

decoist

Selain mengekspos material dalam tampilan mentahannya, detail struktur seperti pipa air dan udara menjadi bagian dalam konsep industrial. Berbagai macam produk seperti sofa dengan kerangka besi juga akan menampilkan mekanisme dari sofa. Lalu, ada pula lampu dengan pelingkup besi atau meja dengan material kaki ekspos juga menjadi bagian detail sistem yang tidak perlu ditutupi.

4. Mix and Match


decoist

Dalam mendesain interior ala industrial, tidak harus keseluruhannya menggunakan material yang sudah dikategorikan dalam gaya industrial. Perpaduan dua gaya seperti modern dan industrial juga akan menambahkan kesan unik pada rumah. Seperti halnya desain modern atau kontemporer dalam rumah dipadukan dengan aksen furniture industrial yang masih sesuai dengan tampilan keseluruhan desainnya. Pelingkup lampu dengan tampilan industrial juga memberikan tampilan industrial sekaligus retro. Sehingga dalam mendesain gaya industrial, barang-barang yang awalnya tidak sesuai dengan konsep tetap dapat digunakan lagi dengan adanya mix and match.

5. Tambahkan karya seni dalam ruangan

davincilifestyle


Sebuah karya seni seperti mural, lukisan atau poster jaman dahulu yang dipajang di dinding. Berbagai macam hal vintage akan menambahkan kesan industrial dan juga menonjolkan konsep huniannya. Mural pada bata ekspos juga dapat memberikan aksen tertentu sehingga dinding ruangan tidak terasa monoton ataupun membosankan. Selain itu, karya muralnya juga dapat menambahkan ekspresi di dalam ruang atau memberikan kesan tertentu tergantung pada warnanya.

6. Pemilihan warna dalam hunian

davincilifestyle

Seperti yang diketahui sebelumnya, adanya material ekspos tentu akan sangat menonjol di dalam interiornya. Akan tetapi hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan agar hunian didesain dengan warna tertentu baik pada dinding, furniture, ataupun perlengkapan lainnya. Jika rumah sudah terpasang dengan dinding bata ekspos atau struktur baja atap ekspos, agar rumah tidak terasa sepi, penambahan warna tertentu seperti warna coklat dan beige untuk tampilan rustic di sofa dan meja akan menambahkan detail industrial. Warna semacam biru ke hijau tua pada karpet juga bisa menjadi aksen industrial.

7. Tambahkan aksesoris unik yang memperkuat kesan industrial

gporetro

Pada hunian, tentunya tidak hanya struktur atau furniture saja yang dapat menguatkan konsep industrial. Berbagai macam aksesoris ala tahun 70an juga dapat menghiasi rumah. Seperti halnya telepon rumah jadul yang sering digunakan, atau alat piringan hitam untuk memutar musik. Berbagai aksesoris yang berbau retro ini sangat cocok dipadukan dengan desain industrial. Belum lagi barang-barang tersebut memberikan kesan menyenangkan di dalam rumah.

8. Gunakan kembali atau daur ulang material lama ke dalam konsep industrial

decoist

Salah satu hal yang unik dari konsep industrial sendiri adalah penggunaan barang yang lama atau daur ulang menjadi hal yang dapat dilakukan. Jika anda melakukan renovasi rumah untuk mendapatkan konsep industrial, berbagai macam barang seperti kayu ataupun hal yang tidak sesuai konsep dapat didaur ulang sehingga dapat digunakan dalam renovasi rumah. Pemanfaatan kayu dari kandang ternak yang sudah tidak terpakai, gudang atau bangunan lama yang akan dihancurkan pun bisa digunakan.


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter