article / Building / Rumah Huni Mungil di Madrid Untuk Tinggal dan Bekerja secara Efisien
13 April 2019 4K Views

Rumah Huni Mungil di Madrid Untuk Tinggal dan Bekerja secara Efisien

Masih berkisar tentang rumah tinggal dengan ukuran mini, kali ini rumah shelter di Madrid cukup menarik perhatian. Pasalnya rumah ini hanya memiliki luas 21 meter persegi dan dapat memenuhi kebutuhan pemilik rumah. Bentuk rumah yang memanjang dengan dasar bangunan berbentuk persegi panjang memanfaatkan tinggi ruangan untuk memperluas kegunaan ruangan.

Dengan volume bangunan 100 meter kubik, bangunan terbagi melalui tangga-tangganya. Pada bagian pertama, melalui pintu masuk, pengunjung akan langsung dihadapkan pada area dapur dan lemari penyimpanan. Setiap ruang dibiarkan terbuka dan tidak menggunakan partisi ataupun pintu ke ruang lainnya. Bahkan area kamar mandinya pun terbuka.

Yap! Area kamar mandi yang tepat berada di bawah ruang dapur itu dibiarkan tanpa partisi baik menuju area kloset maupun bak mandinya. Bak mandi yang didesain built-in ini berbentuk persegi terinspirasi melalui bak mandi uap dari turki yang disebut hammam. Tepat di atas area bak mandi terlihat kolong untuk meletakkan beberapa barang yang terhubung dengan lantai pintu depan bangunan.

Naik lagi melalui tangga menuju ke ruang santai yang berada tepat di tengah-tengah bangunan. Tidak hanya sebagai tempat santai, ruangan ini juga berguna sebagai ruang tamu, ruang keluarga dan juga ruang makan. Ruang multifungsi yang memberikan keleluasaan pada pengguna untuk melakukan aktivitas. Tidak hanya terdapat sofa, lantai pada ruangan ini juga dapat dibuka sehingga terdapat gudang mini untuk menyimpan barang-barang pemilik.

Dari area ruang santai dapat terlihat dua ruang yang terpisahkan oleh ketinggian yaitu ruang tidur dan juga ruang kerja. Pada area bawah, ruang tidur hanya terdapat kasur yang cukup untuk satu orang saja. Ruangan ini dilengkapi dengan rak terbuka yang menggantung di dindingnya dan lemari pakaian di dinding sebrangnya.

Lalu pada ruang di atasnya, dengan menggunakan tangga yang berada di dinding, pemilik dapat meraih ruang kerja. Dilengkapi dengan meja dan kursi kerja, memberikan ruang yang cukup besar. Selain itu juga terdapat jendela kaca pada atapnya yang memaksimalkan pencahayaan ruangan pada pagi dan siang hari. Tak lupa juga tanaman hias untuk memberikan warna lain pada ruangan.

Dapat dilihat penggunaan warna putih pada lantai dan dinding untuk memaksimalkan pencahayaan sehingga dapat terpantulkan ke seluruh ruangan. Pemberian warna hanya terdapat pada furniture-nya.

Rumah ini walaupun dengan ukurannya yang mungil, ingin menawarkan ruang yang welcoming bagi pemilik dan juga kuantitas ruang-ruang dengan fungsi yang berbeda. Seperti halnya ruang tengah yang juga digunakan sebagai area penyimpanan barang, lalu ruang dapur yang juga hanya digunakan sebagai area sirkulasi menuju ruang tengah. Adapun tangga menuju ruang kerja dapat juga berfungsi untuk bersantai menikmati pemandangan langit. Ruang tengah ini memang termasuk area sirkulasi utama di rumah karena terhubung dengan empat tangga yang menghubungkan ruang-ruang.

Untuk menggapai ruang secara horizontal maupun vertikal memang membutuhkan usaha lebih karena tidak terhubung secara garis lurus saja. Pemilik harus sering naik turun tangga yang tentunya membutuhkan kedinamisan gerak pemilik rumah. Walaupun masih dalam satu volum besar tanpa partisi, desain ini dapat memberikan sensasi yang berbeda setiap pemilik berada di ruang yang berbeda.




sumber foto: Elena Almagro


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter