article / Home Decor / Shades of Grey: Apartemen Hunian Dengan Nuansa Warna Abu-Abu di Setiap Sudutnya
07 Juni 2017 189 Views

Shades of Grey: Apartemen Hunian Dengan Nuansa Warna Abu-Abu di Setiap Sudutnya

Warna abu-abu ternyata juga bisa membuat rumah hunian menjadi lebih elegan dan memukau. Selain itu juga memberikan kesan yang berkelas kepada interior rumah. Dinding beton, lantai semen, ubin abu-abu, marmer, dan kayu berwarna gelap menjadi satu kesatuan yang cantik pada apartemen yang berlokasi di Taipei, Taiwan.

Didesain oleh Wei Yo International Design Associates, pemilik rumah menginginkan desain hunian yang terasa seimbang dan halus dengan suasana yang lembut dan nyaman. Apartemen seluas 270 meter persegi ini dilengkapi dengan beberapa ruang urama seperti tiga kamar tidur, tiga kamar mandi, dapur, ruang utilitas, ruang tamu, ruang makan dan tentunya juga dua balkon yang dijadikan sebagai teras.

Berikut adalah layout ruangan di dalam apartemen ini. Pintu masuk yang berada di sudut ruangan langsung berhadapan dengan almari putih yang berada di ruangan tersebut. Lalu ruang tamu berada di sudut ruang sebelahnya yang terletak dekat dengan jendela. Sedangkan area privat lainnya terpisahkan dengan dinding-dinding beton dan terhubung dengan koridor. Kamar tidur utama dilengkapi dengan kamar mandi dalam dengan bathub serta balkon di ujung kamarnya.

Tidak hanya warna abu-abu, adanya warna biru tua pada dinding dengan pelingkup yang tampak tidak terselesaikan pada hall masuk dan ruang makan ini dipisahkan dengan lemari built-in yang diletakkan di tengah-tengah kedua ruangan tersebut.

 

Koridor panjang yang berada di dalam apartemen ini membagi ruangan menjadi dua. Koridor ini sendiri juga dapat digunakan untuk memasukkan cahaya dari jendela kamar tidur utama menuju ruangan lain yang berada di sekitarnya. Baik material dinding dan lantainya membantunya untuk memantulkan cahaya sehingga ruangan dengan warna abu-abu ini tidak terkesan gelap.

Jika sebelumnya entrance hall dan ruang makan terpisahkan dengan almari, kedua ruangan tersebut dipisahkan oleh ruang tamunya melalui dinding beton yang kokoh. Namun dinding beton tidak secara keseluruhan memisahkan ruangan. Adanya area terbuka menjadikan berbagai ruangan yang berada di area ini terasa lebih luas dan terang.

Arsitek rumah ini sendiri menjelaskan bahwa dinding tidak hanya berperan sebagai pembagi ruangan tetapi juga sebagai batas spritual dalam rumah. Dengan adanya batas ruang yang jelas, orang di dalamnya akan mengerti ruang gerak akses mereka di rumah.

Pada area ruang tamu, desain dinding beton ekspos terlihat sepertu sebuah kanvas untuk furniturenya, dimana terdapat rak dan tempat penyimpanan. Kabin penyimpanan diselesaikan dengan warna bintik merah yang menjadi aksen warna dalam ruangan abu-abu tersebut.

Jendela yang besar pada ruang tamu memaksimalkan pencahayaan ke dalam ruang tamu dan ruang disekitarnya seperti area entrance hall dan ruang makan yang terbuka. Pemandangan perkotaan pun tersajikan dengan baik dari jendela ini.

Pada kamar tidur utama terdapat walk-in closet yang terpisahkan melalui almari putihnya. Di dalam kamar menunjukkan sisi yang berbeda dari ruangan publiknya yang serba abu-abu. Dominasi material kayu terasa di dalam ruangan ini. Tidak hanya satu warna material kayu, namun tiga warna sekaligus terlihat pada dinding, lantai, dan almarinya.

Kamar mandi didesain sangat cantik melalui warna abu-abu yang dominan ke arah putih. Memberikan nuansa yang tenang dan prestisius. Tampak lembut dan juga nyaman ketika berendam di dalam bathubnya.

Sumber: Shades of Grey

Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment