article / Building / 4 Bangunan yang Berawal Dari Garasi dan Berakhir Menjadi Tempat yang Memukau
01 Juni 2019 3K Views

4 Bangunan yang Berawal Dari Garasi dan Berakhir Menjadi Tempat yang Memukau

Garasi yang merupakan tempat penyimpanan kendaraan memiliki ruang yang cukup besar di dalamnya. Ketika bangunan yang awalnya berfungsi sebagai garasi dialihfungsikan, tentunya tidak mudah mengolah ruang yang besar tersebut menjadi sesuatu yang baru. Namun lima bangunan ini membuktikan bahwa garasi bisa menjadi tempat yang sangat baik untuk berbagai fungsi lainnya.

1. Berg'n Restaurant

Garasi di Crown Heights, Brooklyn berhasil diubah oleh Selldorf Architects menjadi Berg'n. Berg'n sendiri merupakan restoran dengan konsep taman bir yang dioperasikan oleh pendiri Brooklyn Flea dan Smorgasburg. Fasad bangunan yang tadinya rusak secara struktural dibangun kembali dengan material kayu yang dilingkupi batu bata. Pintu garasi pun diubah menjadi etalase yang difungsikan sebagai area depan toko yang terbuat dari aluminium dan kaca hitam.

Pada hall utamanya, terlihat kemegahan bangunan yang mempertahankan kehidupan ruang sebagai garasi pada fungsi yang sebelumnya. Arsitek pun juga mempertahankan apa yang bisa dipertahankan dari desain sebelumnya pada interiornya dengan menjernihkan dan mewarnai kembali balok-balok kayu pada langit-langit dan juga mencat kembali lantai beton. Pada interiornya restoran ini menggunakan material kayu, baja, dan tembaga.

Kapasitas ruangan yang cukup besar memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman yang berbeda-beda. Seperti halnya duduk di meja panjang ataupun bangku hal akan berbeda setiap tempatnya.

Adapun juga area yang dihilangkan sebagian atapnya untuk menciptakan ruangan outdoor dengan bangku dan meja ala kafe Prancis dengan warna biru teal yang mencolok. Ruangan outdoor memiliki kesan yang sangat jauh berbeda dengan indoornya.

berg'n restaurant | Selldorf Architect

2. AA Studio Building

Bangunan dengan susunan batu bata hitam yang elegan serta jendela kaca yang lebar dan pintu bajanya, merupakan garasi yang dialihfungsikan menjadi kantor AA Studio. Berlokasi di Brooklyn, New York yang diselesaikan pada tahun 2013. Bangunan seluas 2500 kaki persegi ini mudah dikenali dengan warna abu-abu di dalamnya dan volum bangunan yang simetris yang tidak hanya terdapat ruang kerja namun juga tempat penyimpanan, kamar mandi, dan dapur.

Bangunan dengan jendela kaca yang besar ini memberikan ilusi antara besaran jarak ruang rapat hingga ke ruang kerja di belakangnya. Terlihat pula dari luar susunan ruang di dalamnya yang simetris.

Ruangan terbagi secara simetris dengan tembok abu-abu. Pada bagian kanan dan kiri bangunan di gunakan sebagai ruang kantor pemilik AA Studio.

Untuk ruang kerjanya, sangat berbeda sekali dengan ruang meeting dan ruang lainnya. Batu bata ekspos menghiasi ruangan sehingga memberikan kesan tua pada bangunan. Dilengkapi pula dengan rak buku yang juga berfungsi sebagai partisi pembatas untuk ke ruang dibelakangnya. Perpaduan keseluruhan material memberikan nuansa antik pada ruang kerja satu ini.

AA Studio

3. Kordansky Gallery

Untuk fungsi yang satu ini memang membutuhkan ruang yang luas. Digunakan sebagai galeri seni, bangunan di Los Angeles, California ini didesain oleh wHy Architect. Bangunan ini pun juga menjadi icon bagi lingkungan sekitar yang menarik perhatian para penggiat seni.

Pada bagian dalam galeri seni, seluruh bangunan dihiasi dengan dinding berwarna putih, lantai abu-abu dan juga ekspos material baja pada atapnya. Ruangan serba putih ini sangat tepat digunakan dalam galeri seni, sehingga akan menonjolkan karya seni yang sedang dipamerkan.

Skylight pada bagian atap bangunan memberikan pencahayaan alami ke dalam bangunan. Pencahayaan pun merupakan salah satu elemen penting ketika mendesain sebuah galeri seni. Dikarenakan pencahayaan dapat mempengaruhi impresi suatu karya pajangan.

Kodansky Gallery | Photo of Art


4. Pace Gallery

Bangunan bekas garasi otomotif ini dirancang kembali menjadi galeri seni minimal. Dengan jarak langit-langit yang tinggi dan empat buah skylight pada atapnya. HS2 Architect membuat ruang pameran yang besar dengan pencahayaan siang yang cerah.


Bangunan ini merombak keseluruhan bangunan sebelumnya dengan infrastruktur, mekanikal, elektrikal, pencahayaan, dan proteksi api yang baru. Tidak lupa juga penyelesaian lantai beton yang terekspos.


Interior di dalam galeri didesain minimalis dengan keseluruhan dinding dan plafon berwarna putih dan warna lantai yang gelap berbanding terbalik dengan keseluruhan ruang. Lampu-lampu sorot dipasang di plafon untuk menyoroti lukisan ataupun karya seni.

Dapat dilihat dari atas susunan atap skylight pada bangunan yang tampak rumit. Fasad bangunan yang terdiri dari bata hitam sangat elegan dan kontras dengan warna di dalam bangunan.

Pace Gallery | HS2 Architecture


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter