article / Building / Rumah Memanjang yang Diapit Bangunan Ini Punya Trik Agar Cahaya dapat Masuk ke Dalam Rumah!
02 Desember 2019 10K Views

Rumah Memanjang yang Diapit Bangunan Ini Punya Trik Agar Cahaya dapat Masuk ke Dalam Rumah!

Rumah dengan luasan area sekitar 180 meter persegi ini memiliki bentuk memanjang. Berlokasi di Northcote, Australia, rumah yang dirancang oleh Ben Callery Architects tahun 2015 ini memiliki desain terbuka pada teras atapnya yang unik.

Bangunan eksisting rumah ini diapit oleh dinding rumah tetangganya di kedua sisinya. Lahan yang memanjang dengan rumah yang menghadap ke arah selatan tentunya memberikan kesan rumah yang gelap dan dingin karena cahaya tidak mudah masuk ke dalam rumah ini. Rumah yang dihuni oleh keluarga yang beranggotakan tiga orang ini seperti tertutup dari dunia luar.

Pemilik rumah yang sudah tinggal selama 10 tahun di rumah ini tentunya memerlukan rumah dengan ruang lebih dan cahaya matahari yang dapat masuk ke dalam rumah. Pemilik benar-benar memikirkan desain yang sustainable dengan meminta agar rumah dapat dirancang nyaman secara alamiah dengan memanfaatkan panas matahari, kesejukan udara, penyimpanan air hujan, tenaga solar, material daur ulang dan juga mengintergrasikan sirkulasi udara ke dalam rumah.


Rumah yang dinaikkan tingkatnya sehingga menjadi dua lantai ini akan memberikan kenyamanan lebih bagi penghuninya. Tidak hanya rumah terasa luas, namun juga sirkulasi udara dan cahaya akan lebih baik lagi di dalam rumah.

 

Bentuk dari bangunan ini dibuat simple dengan adanya satu bentuk dramatik yang menghubungkan keseluruhan bangunan dari selatan ke utara agar rumah mendapatkan pencahayaan namun tetap memberikan perlindungan dari panas matahari. Pada salah satu sisi dinding rumah yang menghadap timur terdapat bukaan jendela yang besar dengan sistem ventilasi louvre di bagian atasnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengontrol udara dan pencahayaan matahari. Perletakkan jendela yang berada di area void rumah ini juga memberikan pemandangan lingkungan luar ke dalam bangunan.


Tanaman yang tumbuh di dalam ruangan diletakkan di area sekitar jendela. Hal ini dikarenakan area ini mendapat pencahayaan dan juga sirkulasi udara dari luar. Tanaman dalam kotakan ini memberikan pemandangan yang baik di dalam rumah. Selain itu juga memberikan kualitas udara yang lebih baik di area indoornya.

Adanya ruang ini menjadi pemecah batas antara ruangan dan menciptakan interaksi sosial di antara penghuni yang berada di lantai berbeda. Selain itu ruangan juga lebih fleksibel dan memiliki pemandangan ke luar rumah seperti langit, pepohonan hingga bahkan bukit Ruckers di tempat tersebut.

Penghuni sangat amat peduli tentang sustainability sehingga menciptakan rumah yang eco menjadi tujuan utaman mereka. Salah satu sistem yang diterapkan pada rumah dengan adanya void adalah memasukkan cahaya dan udara ke dalam rumah dengan sistem silang.


Seperti pada gambar, matahari dari utara langsung masuk ke dalam rumah pada ketinggian tertentu. Cahaya ini pun diteruskan dari deck atap, void, hingga ke bagian halaman rumah mereka secara garis lurus. Sedangkan udara yang masuk dari arah selatan juga dapat dikeluarkan di area utara melalui decknya. Pertukaran sirkulasi silang dapat terjadi karena adanya deck atap, void di tengah ruangan, dan bukaan jendela serta pintu yang besar pada rumah di bagian selatan.

Sedangkan pada penggunaan tenaga solar juga diterapkan dengan memasangkan panel surya di atap bangunannya. Adapun penampungan air hujan yang kemudian diolah kembali dan digunakan untuk mencuci, menyiram toilet lalu air bekas dari mencuci pun juga dapat digunakan untuk menyiram taman. Matahari musim panas dikendalikan besar kecil masuknya cahaya melalui louvre yang dapat dikendalikan secara otomatis melalui remote kontrol.

Material daur ulang digunakan pada beberapa bagian rumah seperti pada jendelanya dan dapurnya yang sudah mereka gunakan selama 8 tahun. Perabotan dapur tersebut secara hati-hati dibongkar pasang dengan penambahan elemen yang akan sesuai dengan desain keseluruhan rumahnya. Sedangkan kulit bangunan eksterior rumah dihiasi dengan warna dasar yang sederhana dengan beberapa aksen kayu di bagian pintu dan jendelanya. Metal bergelombang pun juga terlihat pada bagian eksterior bangunannya.

sumber: beyond house


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter