article / Building / Creche Ropponmatsu Kindergarten: Taman Kanak-Kanak dengan Fasad dan Interior Penuh Warna di Jepang
13 Februari 2018 244 Views

Creche Ropponmatsu Kindergarten: Taman Kanak-Kanak dengan Fasad dan Interior Penuh Warna di Jepang

Bangunan empat lantai yang berada di area perumahan Fukuoka, Jepang satu ini adalah sebuah taman kanak-kanak yang diberi nama Creche Ropponmatsu. Didesain oleh seorang arsitek asal Perancis bernama emmanuelle moureaux, ia membagi setiap ruang di dalam bangunan ini dengan warna. Bangunan ini berkapasitas untuk 90 anak dengan umur berkisar 0-5 tahun.

Taman kanak-kanak ini mengambil konsep 'shikiri' yaitu membagi ruang menggunakan warna. Sang arsitek menggunakan warna sebagai elemen tiga dimensi seperti lapisan untuk membuat ruang. Adapun fasad bangunan ini terbilang menarik dengan adanya berbagai macam warna di dinding kacanya. Hal tersebut akan memberikan suasana hangat menyambut para murid yang datang ke TK ini.

Kumpulan berbagai warna dalam satu tampilan terlihat pada fasad dan interior bangunan ini. Terdapat 22 warna pada 63 papan yang dibentuk seperti cabang pohon di fasadnya. Mengelilingi keseluruhan bangunan, fasad berwarna tersebut tersusun dengan rapi dan memperindah tampak bangunan. Dengan dinding pelingkup kaca, bangunan memiliki kesan terbuka dan memberikan visual yang menarik dari luar dan dalam bangunan.


Pada area bermain dan belajar anak-anak, terdapat 200 kotak berwarna yang berjejer disesuaikan dengan warnanya. Tempat tersebut merupakan loker dimana anak-anak dapat menyimpan barang-barang pribadi mereka. Setiap kali anak-anak akan mengambil barang bawaan mereka atau mengganti pakaian mereka akan datang ke loker mereka masing-masing.

Tangga yang menghubungkan keempat lantai di bangunan ini menggunakan 18 warna. Hal ini akan memberikan pengalaman pada anak yang merasa selalu dikelilingi beragam warna setiap mereka berpindah lantai. Menjadikan pengalaman unik dimana anak dengan umur balita sangat penuh imajinasi dan kreatifitas.


Menghabiskan waktu belajar dan bermain di tempat yang berwarna akan membuat anak-anak lebih sensitif dan menunjukkan kepribadian mereka masing-masing. Disini pun anak akan mengembangkan diri dengan hidup bersama warna. Fasad yang tampak seperti cabang pohon juga menunjukkan logo dari taman kanak-kanak yang memiliki kesan playful ini.

Pada lantai satu bangunan ini tentunya menjadi area kantor dan ruang untuk pengurus bangunan ini. Adapun dapur dan area rapat untuk guru taman kanak-kanak ini. Lalu di lantai dua terdapat dua buah ruangan yang membagi area bermain anak-anak sesuai dengan umurnya. Pada anak umur 0 tahun diberikan ruang yang lebih aman dan lebih kecil dari anak berumur 1-2 tahun. Hal ini dikarenakan anak dengan umur 1-2 tahun terbilang aktif dan suka bergerak di dalam ruangan sekalipun.


Lalu pada lantai tiga terdapat area bermain untuk anak berumur 3-5 tahun. Tentunya kapasitas ruang yang dibutuhkan lebih banyak dari lantai sebelumnya. Area ini pun sudah lebih dikhususkan pada anak-anak untuk tumbuh kembang sambil belajar berbagai hal. Di lantai empat yang merupakan lantai atap yang menjadi area bermain terbuka di bangunan. Pada area atap ini, pinggirannya diberikan pengaman kaca sehingga anak-anak akan lebih aman berada di dalamnya.

Di setiap lantainya terdapat area penyimpanan dan juga toilet sehingga setiap anak tidak perlu banyak berpindah ruangan untuk mengambil barang mereka pada loker maupun ke kamar mandi. Selain tangga utama yang berada di bagian tengah bangunan, tempat ini juga dilengkapi dengan tangga darurat yang berada di bagian belakang bangunan. Tentu saja bangunan ini sangat memperhitungkan keamanan dan keselamatan orang-orang yang berada di dalamnya.

Rumah ini sendiri berada di area perumahan sehingga bangunannya sangat mencolok. Tampak bangunan rumah tradisional jepang mengelilingi kawasan taman kanak-kanak. Tampilan dinding kaca dengan fasad berwarna membuat anak-anak yang berada di dalam lebih seru dibandingkan melihat bangunan perkotaan dari beton dan bangunan monoton lainnya.

sumber: archdaily photo by: Daisuke Shima


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter