article / Home Decor / Eco-House: 12 Cara Membuat Rumah Lebih Ramah Lingkungan
20 Mei 2019 26K Views

Eco-House: 12 Cara Membuat Rumah Lebih Ramah Lingkungan

Eco-house atau rumah ramah lingkungan merupakan salah satu cara untuk ikut andil menjaga lingkungan kehidupan. Mendesain eco-house sudah menjadi ketentuan umum ketika berencana membangun rumah. Eco-house berarti mendesain rumah dari segala aspek baik luar maupun dalamnya yang dalam operasi, konstruksi, hingga memaintance rumah tidak akan berdampak buruk bagi lingkungannya. Beberapa hal yang terkait dalam eco-house adalah bangunan yang sustainable dari segi ketahanan, ekonomi, kebutuhan, serta kenyamanan dalam rumah.

Metode dari rumah ini adalah membuat rumah yang dapat menyimpan energi untuk membuat lingkungan lebih asri. Dengan kondisi lingkungan sekarang, para arsitek professional pun menerapkan desain eco-house karena hal tersebut adalah tanggung jawab mereka, dimana mereka harus membangun rumah yang tidak merusak lingkungan. Penggunaan material yang baik untuk lingkungan akan menghemat biaya pengeluaran. Eco-house juga membuat rumah lebih nyaman dengan desain yang tetap memperhitungkan estetikanya. Berikut adalah cara mendesain rumah yang ramah lingkungan (eco-house).

1. Lokasi dan Keadaan Site

location and site condition

Ketika akan membeli sebuah tanah untuk membangun rumah, kamu perlu melihat keadaan sekitar lokasi yang sudah dipilih. Perhatikan bentuk lahan sehingga sudah terbayang orientasi bangunan nantinya. Pertimbangkan pula akses menuju rumah seperti transportasi umum dan jarak rumah ke area umum lainnya seperti pasar atau halte.

2. Orientasi bangunan

home orientation

Setelah memilih lokasi, rumah tentunya harus memiliki orientasi bangunan yang menghindari banyak bukaan di arah barat dan timur. Iklim di lokasi juga akan mempengaruhi bentuk bangunan seperti misalnya tempat dengan iklim yang panas memerlukaan bukaan jendela yang besar di sisi utara bangunan. Lalu pada bagian selatan didesain jendela yang lebih kecil beserta dengan shadingnya seperti kanopi atau tritisan untuk menghindari masuknya sinar matahari langsung ke rumah. Sedangkan untuk iklim yang lebih dingin diterapkan desain yang berkebalikan dari iklim panas. Dengan memahami orientasi rumah maka akan membuat rumah menjadi lebih nyaman.


3. Penggunaan material

material use

Material menjadi salah satu pokok utama dalam mendesain eco-house. Pasalnya banyak yang dapat dilakukan dengan memilih material yang tepat untuk rumah. Pilihlah material yang berbahan alami seperti semen, batu bata, bambu, kayu, keramik, baja, dan sebagainya. Mendaur ulang material lama ataupun yang sudah tidak terpakai bisa menjadi salah satu mempermudah untuk mendekor rumah.

4. Material Dinding

wall material

Untuk material dinding pilihlah material yang dapat menyerap panas seperti batu bata. Tahan api dan menyerap panas dari matahari serta penyerapan air yang rendah. Pengunaan keramik juga baik karena maintenance yang rendah dan mempercantik tampak bangunan.

5. Material Lantai

floor material

Penggunaan material lantai akan bergantung pada fungsi ruangannya. Granit, parkeet, keramik, bambu, marmer, dan kayu bisa menjadi pilihan. Namun untuk material yang lebih ramah lingkungan, kamu bisa memakai kayu dan bambu untuk kamar tidur.


6. Denah Rumah

home layout

Layout denah rumah akan menentukan dengan banyaknya partisi atau ruangan dalam rumah. Ruangan yang terbuka di dalam rumah akan memperkecil biaya konstruksi. Selain itu juga akan meningkatkan pemasukan cahaya dan udara ke rumah. Penataan furniture pun juga lebih mudah.

7. Ruangan dalam rumah

room

Fungsi ruang tentunya akan mempengaruhi perletakkannya di dalam rumah. Hal ini akan menentukan ruangan mana yang lebih banyak membutuhkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami. Sehingga ruangan akan termanfaatkan dengan baik.

8. Bukaan jendela

windows

Rangka jendela dapat dibuat dari kayu ataupun aluminium. Ukuran jendela menyesuaikan massa dinding bangunan dan lantai yang menerima pencahayaan langsung dan tidak langsung. Tambahkan kanopi dan shading di area bukaan jendela untuk menghindari panas yang berlebihan. Tentukan juga arah angin pada rumah dan tambahkan ventilasi udara agar udara sejuk dapat masuk sedangkan udara panas dapat keluar.


9. Atap rumah

green roof

Memilih atap hijau/ green roof akan menjadikan rumah lebih atraktif dan juga ramah lingkungan. Menggunaka sistem ini pada atap akan memberikan insulasi untuk rumah yang membantu mengurangi pemakaian energi dalam rumah. Untuk atap hijau ini bisa diterapkan di keseluruhan atap atau pun hanya beberapa bagian saja.  Atap hijau tidak hanya berdasarkan pada atap dengan rerumputan, tetapi bisa juga dengan mengontrol sistem saluran pembuangan air. Adapun sistem yang menampung air hujan yang nantinya dapat digunakan kembali untuk keperluhan rumah tangga seperti mencuci, menyiram toilet, menyiram tanaman, dan irigasi landscape.

10. Solar panel

solar panel

Solar panel atau pannel surya merupakan salah satu sistem terbarukan yang digunakan sebagai sumber energi listrik. Panel ini akan bekerja dengan mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Harganya memang mahal pada awalnya akan tetapi akan berguna untuk jangka panjang sehingga biaya pengeluaran listrik ke depannya lebuh murah. Solar panel diletakkan pada atap rumah di bagian timur dan barat sehingga dipastikan mendapat energi solar matahari. Tentunya juga pilih material untuk atap rumah yang dapat memantulkan radiasi panas.

11. Lampu pencahayaan

lighting

Pilihlah lampu yang terang namun tetap hemat energi dan juga awet. Seperti halnya LED dan CFL yang lebih tahan lama daripada lampu pijar tradisional. Lampu tersebut dapat menghemat biaya di waktu yang lama dan cocok untuk eco-house.

12. Landscape

landscape

Landscape yang teduh atau rindang akan melindungi rumah dari sinar matahari langsung saat musim panas atau dapat melanjutkan pencahayaan ke dalam rumah melalui jendela ketika musim dingin. Dengan menambahkan pepohonan pada bagian barat dan selatan rumah, akan membuat rumah lebih sejuk dan melindungi sinar matahari yang masuk ke rumah secara berlebihan. Makin hijau landscape maka akan lebih baik untuk rumah.

Dua belas cara tersebut dapat kamu terapkan untuk desain ataupun mendekorasi ulang rumah yang lebih ramah lingkungan. Tentunya eco-house tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tapi juga pemilik rumahnya. Mulailah memberikan dampak yang baik kepada lingkungan supaya kehidupan di bumi lebih sehat dan bisa dinikmati anak cucu nantinya.


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter