article / Building / Fronda House: Hunian yang Tertutup Dari Luar, Terbuka Didalamnya!
20 Maret 2018 5K Views

Fronda House: Hunian yang Tertutup Dari Luar, Terbuka Didalamnya!

"Fronda House" merupakan hunian yang terdiri dari dua massa bangunan. Rumah yang didesain oleh MO+G Taller de Arquitectura ini berlokasi di Zapopan, Meksiko. Dengan luasan area sebesar 240 meter persegi, hunian dapat menyatu dengan lingkungannya disertai leveling lantai pada bangunan yang terbilang unik.

Rumah dengan lahan persegi panjang ini dilingkupi dengan dinding ekspos dikeseluruhan sisinya. Hal ini tentu memberikan batasan jelas antara rumah dengan area luarnya. Rumah ini pun mengandalkan bagian dalam lahan untuk memaksimalkan pemandangan rumahnya. Pada bagian depan rumah hanya terlihat dinding kokoh dan bebatuan yang dihiasi dengan taman dan lahan parkir dari batu bata. Pintunya yang didesain dari kayu menambah kesan misterius rumah ini.

Kedua massa bangunan dipisahkan sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Pada massa yang terdiri satu lantai dimanfaatkan sebagai area berkumpul dan juga servis. Sedangkan massa dengan dua lantai didesain untuk area beraktivitas malam seperti tidur dan bersantai. Kedua massa tersebut dihubungkan dengan koridor dengan atap kaca. Hal ini tentu menyebabkan kedua volume massa memiliki ruang privasi dan pemandangan di masing-masing ruangnya.

Pengunjung masuk melalui pintu kaca pada huniannya. Pada area tersebut terdapat kloset barang dimana pengunjung ataupun pemilik rumah dapat menyimpan berbagai perlengkapannya untuk pergi keluar rumah seperti jaket ataupun sepatu. Area ini biasa disebut dengan ruang transisi atau mudroom.


Area dapur menjadi area servis yang dapat dilihat pengunjung ketika masuk ke dalam bangunan rumah ini. Dapur ini didesain sangat simple dengan kabin furniture kayu dan juga meja dapur putih. Warna putih tentunya menguatkan warna dan tekstur kayu yang ada pada kabinnya.

Tepat disebelah area dapur terdapat ruang makan dengan meja besar yang muat untuk delapan orang. Ruang makan ini sangat sederhana dan terasa hangat dengan langit-langit dan furniture kayunya. Kedua sisi ruang makan dilengkapi dengan jendela kaca setinggi dinding ruangannya. Hal ini tentu membuat ruangan terasa lebih luas dan juga terasa segar ketika dibuka.


Untuk ruang tamunya dilengkapi dengan sofa, kursi, dan juga meja kopi yang menghadap ke arah tamannya. Ruang tamu ini pun terhubung dengan ruang bersantai di belakang rumah dan juga jalan menuju koridor ke massa bangunan privatnya. Keseluruhan ruang dengan jendela kaca memberikan ruang rumah yang lebih luas dan juga nyaman.


Massa yang memiliki dua lantai didesain dengan menurunkan leveling lahan tanah sehingga tercipta ruang semi basement untuk kamar tidurnya. Berbeda dengan pandangan mengenai semi basement, lantai ini memiliki ruang terbuka ke arah taman di dalamnya dan jendela kaca pada dindingnya.

Terdapat dua ruang di area semi basement ini yaitu ruang keluarga dan juga kamar tidur. Kedua ruang tersebut dilengkapi dengan kamar mandi. Dari ruang keluarga ini dapat terlihat dinding yang tersusun dari bebatuan sehingga terasa nuansa alam sangat terasa. Lalu untuk lantai diatasnya dimanfaatkan sebagai kamar tidur utama pemilik rumah. Kamar ini sendiri memiliki ukuran kamar yang luas dengan area walk-in closet dan juga kamar mandi beserta area showernya. Kamar ini hanya memiliki satu buah pintu saja pada dinding koridor sehingga memberikan privasi lebih pada kamar tidur.

Berbeda dengan suasana ruang lainnya, kamar mandi rumah ini memiliki desain yang unik dengan material eksposnya. Kesan dingin dan sejuk memberikan kesegaran ketika mandi dalam ruangan ini. Untuk area menggantung handuk dan pakaian terbilang cukup unik dengan adanya tangga di ruangannya. Dominasi warna hitam daripada putihnya memberikan kesan elegan.

Fasad bangunan rumah ini memiliki tampilan yang tertutup dan juga sederhana. Konstruksi ekspos pada atapnya menjadi tampilan yang menjadi bagian dari keunikan interior rumahnya. Dinding eksteriornya sendiri dibiarkan tidak dicat sehingga memberikan warna dan tampilan beragam disetiap dinding. Warna dari acian dinding terkesan alami dan juga artistik.

sumber: archdaily | MO+G Taller de Arquitectura


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter