article / Staircase / Tangga Hitam, Mempesona Atau Memperburuk Ruangan?
27 Februari 2020 389 Views

Tangga Hitam, Mempesona Atau Memperburuk Ruangan?


Tangga rumah adalah salah satu elemen desain yang memiliki potensi untuk dirubah  dan dirombak sebanyak mungkin dengan batas nyaman dan aman bagi penghuni. Banyak cara dilakukan agar tangga menjadi salah satu daya tarik ruang dalam rumah dari mendesain railling, memberi pot-pot tanaman kecil, hingga menata ulang material tangga agar mix match dengan ruang sekitarnya. Namun bagi sebagian orang, elemen-elemen di atas tidak selalu memberi kesan baik karena terkesan ramai. Bagi penikmat minimalis, mungkin warna hitam polos tersebut akan menjadi pilihan sesuai selera. 

 

sumber foto: homedesignlover.com

Rujukan desain pertama adalah tangga yang menggunakan material kayu berwarna hitam. Tangga hitam yang mempunyai pattern L tersebut menggunakan material kayu berfinishing doff membuat tampak kontras dengan cat putih di sekitarnya. Tangga bernuansa gelap di bawah memang dijadikan daya tarik utama dan penyeimbang ruangan dalam yang seluruhnya berwarna putih. Selain itu, ada railling tangga dengan rangka besi berwarna hitam dan variasi smoked-glass membuat konsep desain tangga semakin outstanding.

 

sumber foto: homedesignlover.com

Desain tangga kedua tidak kalah outstanding dengan referensi pertama.  Ada tiga trap/anak tangga utama di bawah dengan dimensi yang cukup besar dari kebanyakan tangga pada umumnya.  Desain tangga tersebut memungkinkan penghuni menaiki trap tangga dari dua arah, namun tentu, desain tersebut hanya pas untuk rumah yang cukup luas. Tiga trap tangga besar utama bertujuan sebagai aksen dan point of interest dari sebuah ruangan, dan dilanjutkan dengan trap tangga naik yang juga berwarna hitam.  Adapun hal lain yang menarik perhatian adalah desain railling berwarna hitam yang minimal dan kaca besar yang dipasang menempel railling beserta plat beton tangga.

 

sumber foto: homedesignlover.com

Ada banyak variasi konstruksi tangga saat ini,  salah satu yang paling praktis dan membutuhkan pemasangan cepat adalah tangga baja. Desain tangga baja seperti di atas, walaupun berwarna hitam, tidak memberi kesan padat di dalam ruangan karena tangga baja tidak memenuhi ruang dan lebih fleksibel untuk didesain se minimal mungkin.  Selain hal di atas, desain tangga yang terlihat mengambang, cukup mengimbangi desain-desain dinding ruang dalam yang banyak aksen/pattern desain.

 

sumber foto: homedesignlover.com

Desain berikutnya adalah desain tangga paling simpel dari segi bentuk, warna, dan konstruksi. Desain tangga baja dengan trap tangga dari plat tipis, memungkinkan instalasi yang sangat cepat, ruang bangun yang relatif kecil, dan mungkin penekanan biaya yang signifikan. Rangka, trap tangga, dan railling didesain menyatu dan berwarna hitam untuk memperkuat kesan tangga yang kecil ini. Keuntungan lain adalah ruang bawah tangga yang bisa di custom menjadi lemari atau sekedar untuk meletakkan barang-barang. Tangga yang unik dan fungsional, namun jangan sampai lalai dan tetap memperhatikan desain railling yang children-friendly ya.

 

sumber foto: homedesignlover.com

Desain tangga hitam terakhir adalah yang mempunyai konsep paling beda diantar desain yang lain. Tangga tersebut terlihat hitam hanya dari tampak samping dengan trap-trap tangga yang memakai parkeet berwarna cerah. Terdapat plat hitam yang mengikuti pola bentuk trap tangga zig-zag yang menjadi poin of interest pada desain tangga di atas dengan sudut-sudut yang tajam. Jika kamu tidak menyukai warna tangga dengan warna keseluruhan hitam, mungkin desain terakhir bisa jadi salah satu acuan.  

 

sumber : apriliahome.com


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Apriliahome
Aprilia Home adalah perusahaan furniture yang berdiri sejak 3 Januari 2017 di Kota Yogyakarta. Dimana perusahaan ini menggunakan olahan limbah tidak terpakai dari Jogja Foamindo sebagai bahan utama hingga menghasilkan produk yang berkualitas. Aprilia Home merupakan sister company dari Jogja Foamindo. Limbah foam dari Jogja Foamindo yang tidak terpakai digunakan oleh Aprilia Home sebagai bahan utama (foam) untuk memproduksi berbagai macam produk seperti poufs, pillows, dan small furnitures yang diperlukan untuk hunian maupun perkantoran. Produk yang kami tawarkan memiliki kualitas tinggi dengan harga yang kompetitif. Aprilia Home merupakan perusahaan lokal yang menerapkan sistem locally produced. Aprilia Home memproduksi furniture berbahan dasar limbah foam (busa) yang diperoleh dari Jogja Foamindo. Foam yang sudah tidak terpakai tersebut kemudian melalui proses daur ulang hingga menjadi cacahan foam yang akan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan furniture yang berkualitas tinggi. Cacahan foam tersebut tidak cepat kempis sehingga lebih nyaman digunakan karena lebih empuk, kuat, dan tahan lama dalam pemakaiannya. Tingkat keempukannya pun dapat disesuaikan dengan keinginan konsumen. Demi menjaga kualitas agar selalu terjamin, proses pembuatan dan pembentukan pola dilakukan secara teliti. Selain itu, proses pencacahan foam menggunakan mesin dengan memberdayakan tenaga kerja lokal yang bertempat tinggal disekitar Aprilia Home. Sebelum dipasarkan setiap produk Aprilia Home selalu melalui quality control yang ketat untuk menjamin mutu dan kualitas produk demi kepuasan konsumen.

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter