article / Baby and Kids / Tips Mendekorasi Kamar Anak Agar Mandiri dan Berani Tidur Sendiri
16 November 2017 300 Views

Tips Mendekorasi Kamar Anak Agar Mandiri dan Berani Tidur Sendiri

Mendesain kamar anak tentunya penuh dengan berbagai pertimbangan. Anak tidak dibiarkan tidur sendiri sejak awal namun dengan memiliki kamar tersendiri, anak akan akan berani sejak kecil. Hal ini tentunya harus dilakukan sejak dini sehingga mereka terbiasa untuk tidur di kamarnya.

Untuk membuat anak bisa nyaman tidur di kamarnya tentu orang tua harus memperhatikan beberapa hal. Mendekorasi dan menata kamar yang kreatif dan nyaman untuk anak akan membuat anak lebih mandiri dan juga makin kreatif. Mereka bisa berlama-lama betah menghabiskan waktu bermain, belajar, hingga tidur di kamar mereka sendiri. Berikut adalah tips mendesain kamar untuk anak.

1. Pencahayaan dalam kamar

kamar dengan pencahayaan alami

Anak tentunya akan banyak menghabiskan kegiatan mereka di dalam kamar. Sebagai suatu tempat yang nyaman untuk anak, tentunya orang tua harus memperhatikan kesehatan mata buah hati dan juga kenyamanan anak. Cahaya alami dari jendela ataupun cahaya buatan dari lampu harus memadai baik pada pagi hari ataupun malam hari. Pencahayaan yang buruk tidak hanya membuat kesehatan mata anak memburuk namun juga memberikan kesan ruang yang menyeramkan sehingga anak menjadi takut berada di dalam kamarnya.

2. Perabotan khusus Anak

perabotan anak

Usia seorang anak yang memiliki kamar tidur tersendiri tentunya dimulai dari umur batita ataupun usia anak sekolah dasar. Pada masa itu tentunya seorang anak akan sangat aktif dalam berkegiatan. Baik itu bermain dengan tenangnya hingga berlarian ke penjuru kamar pun akan dilakukan anak-anak. Karena hal tersebut, memilih perabotan yang pas dan ramah untuk anak-anak menjadi prioritas orang tua. Dengan memilih perabotan yang tidak lancip ataupun tidak mudah pecah akan menghindarkan kejadian yang tidak diinginkan. Selain material perabotan, tinggi dan besaran perabot juga akan menjadi pertimbangan agar tidak membahayakan anak-anak nantinya.

3. Layout ruang dan tata letak perabotan

tata letak perabotan

Selain memilih perabotan, meletakkan perabotan dan mendesain layout kamar anak juga penting. Letakkan perabot atau peralatan yang penting dan utama di area yang mudah dijangkau dalam ruangan. Sedangkan barang yang tidak terlalu digunakan bisa dijadikan di satu tempat tersendiri atau tidak ditata di ruangan anak. Hal ini dilakukan agar perabotan tidak membatasi ruang gerak anak, sehingga anak-anak dapat lebih berekspresif di kamarnya sendiri. Adapun meletakkan meja belajar di dekat jendela agar pencahayaan saat belajar dapat terpenuhi.

4. Tambahkan area penyimpanan barang

penyimpanan barang

Pada usia anak-anak, mainan akan menjadi salah satu hal yang digemari. Melatih anak untuk dapat bertanggung jawab dengan barang-barangnya juga bisa diterapkan dengan mendesain kamar yang sesuai dengan keaktifan anak. Jika anak memiliki banyak mainan dan barang-barang untuk bermain, meletakkan tempat penyimpanan di kamar akan sangat berguna bagi mereka. Ajarkan anak agar menyimpan mainannya kembali ke dalam tempat penyimpanan. Tentunya mereka juga akan dengan mudah mengambil kembali mainan di tempat tersedia. Dengan begini kamar akan menjadi lebih rapi dan barang pun tidak berserakan serta aman untuk anak berjalan di dalam kamarnya sendiri.

5. Pemilihan warna

warna kontras

Pemilihan warna pada kamar tentu akan menjadi hal penting. Suasana kamar akan terbentuk bergantung pula pada warna yang dipilih. Pemilihan warna yang berani seperti hijau, oranye, kuning tentu akan terlihat lebih fresh dan juga menyenangkan. Namun pemilihan warna netral pun juga tidak kalah menariknya. Seperti warna putih, anak-anak akan merasakan ruang yang luas dengan dinding berwarna putih. Selain itu juga memberikan kesan yang modern pada kamar anak. Sesuaikanlah warna ruang dengan perabotan yang akan diisi.

6. Tentukan tema khusus atau tidak sama sekali

kamar bertema langit biru

Sesuaikan konsep desain kamar anak dengan tema tertentu atau kepribadian mereka. Hal ini tentunya akan menjadi konsep kamar hingga ia beranjak dewasa. Jika ada hal-hal yang ia senangi ataupun kegiatan yang digemari seperti bermain bola, maka kamar dapat dihias dengan tema bola baik dari dinding, karpet hingga perabotannya. Akan tetapi jika anda tidak melihat kegemaran yang khusus, anda sebagai orang tua dapat mendesain kamar dengan desain sederhana namun mudah untuk di mix and match. Dengan desain yang simple anda dapat mengubah suasana ruang, mendekorasi ulang tanpa harus membongkar atau mengubah terlalu banyak dalam kamar.

Itulah beberapa tips dalam mendesain kamar anak. Anak tentunya harus dikembangkan potensi sejak dini. Mendesain kamar anak dan mengembangkan kreatifitas serta bakatnya akan sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter