article / Building / Yuk Pelajari Rumah Tradisional Bali khas Indonesia yang Kaya Akan Filosofi dan Juga Inspiratif
17 April 2018 284 Views

Yuk Pelajari Rumah Tradisional Bali khas Indonesia yang Kaya Akan Filosofi dan Juga Inspiratif

Bali tidak hanya dikenal dari tempat wisatanya saja namun budayanya yang masih kental dan melekat pada masyarakatnya. Terlihat dari berbagai wilayahnya terdapat bangunan arsitektur khas tradisional Bali yang memukau. Tidak hanya susunan di dalam rumahnya saja namun juga dekorasi detail yang tampak pada bangunan candi dan puranya. Selain detail terdapat juga berbagai macam filosofi dalam pembuatan rumah khas Bali. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang rumah Bali yang inspiratif.

Banyak Bangunan di dalam Satu Lahan

lahan kawasan rumah bali via komangputra

Berbagai bangunan di dalam lahan rumah berbeda dengan rumah modern jaman sekarang. Pada bangunan rumah khas Bali, ruangan seperti area tidur ataupun dapur memiliki bangunan terpisah sama halnya dengan ruang ibadah dan ruang lainnya. Hal ini terdapat pada filosofi Tri Hita Karana dimana rumah menciptakan keseimbangan antara unsur kehidupan manusia, lingkungan alam, dan spiritual.

Filosofi Ukuran Dasar Rancangan Hunian

bale dauh via rumah-adat

Untuk rumah tinggal asli Bali, akan terlihat satu kawasan hunian dimana terdapat berbagai macam bangunan di dalamnya. Setiap bangunannya memiliki fungsi dan juga filosofi tersendiri dengan tata letaknya. Keseluruhan bangunan dilingkupi oleh tembok sebagai batas pekarangan rumah. Hal ini dikarenakan adanya aturan dari kitab suci Weda yang disebut Asta Kosala Kosali.

Asta Kosala Kosali ini adalah tata cara penempatan lahan untuk tinggal ataupun bangunan suci dan juga satuan pengukuran. Pendesainan rumah bukan berdasarkan ukuran internasional namun dimensi ukuran tangan ataupun badan seperti ukuran depa, jengkal, ataupun hasta. Hal ini dilakukan agar terbangunnya keselarasan dan kedinamisan antar manusia dengan lingkungan dan dewanya sesyai dengan Tri Hita Karana.


Aturan Susunan Bangunan di Dalam Hunian

susunan rumah bali via waterbasecoating

Untuk susunan bangunannya mengikuti arah mata angin, dimana arah utara dianggap suci sedangkan selatan dianggap buruk. Hal ini berkonsep pada Tri Angga yaitu tiga tata letak dimana bagian paling depan disebut utama mandala tempat suci untuk ibadah, bagian tengah merupakan madya mandala sebagai tempat tinggal penghuni, dan bagian paling belakang yaitu Nista mandala yang digunakan untuk area servis.

Menurut aturan Bali, sudut antara utara dan timur merupakan area yang suci di dalam rumah sehingga tempat ibadah biasa diletakkan di area ini. Sedangkan untuk sudut selatan-barat merupakan area yang punya derajat lebih rendah.

Penggunaan Material Bangunan Menunjukkan Status Sosial


pura keluarga via wikipedia

Material yang digunakan pada arsitektur rumah Bali tidak sembarangan disamakan setiap huniannya. Adanya tingkatan status sosial dan ekonomi juga terasa pada arsitektur Bali. Untuk masyarakat kalangan menengah biasanya membangun rumah dengan bahan dari tanaj liat sedangkan masyarakat kalangan atas menggunakan batu bata. Begitu pula dengan atapnya, material genteng tanah dapat digunakan oleh kalangan yang digolongkan bangsawan sedangkan masyarakat biasa lainnya menggunakan alang-alang atau ijuk.

Macam Bangunan di dalam Hunian


bale dangin via rumah-adat

Berbagai bangunan terpisah dengan fungsinya masing-masing memiliki desain yang tampak beragam pula dalam rumah Bali.

1. Gerbang masuk. Gerbang utama untuk memasuki rumah ini berbentuk seperti sebuah gapura. Gapura ini pun menjadi pintu keluar masuk kawasan rumah dengan tembok yang melingkupinya.

2. Pura. Tempat ibadah di dalam rumah Bali ini adalah hal yang harus ada. Diletakkan di area sudut timur laut yang dianggap suci. Pura inilah tempat sembahyang anggota keluarga dan berdoa untuk leluhur.

3. Bale Meten. Bangunan ini merupakan bangunan utama dimana keluarga pemilik rumah tinggal. Dasar lantai bangunannya ditinggikan sehingga area ini menjadi bangunan tertinggi. Adapun tiang-tiang sebagai penyangga dan juga pembeda nama tergantung dengan jumlah tiangnya. Tepat disebelah bale ini terdapat lahan kosong pekarangan yang menjadi area tengah dalam kawasan hunian.

4. Bale Dangin. Bangunan ini merupakan tempat untuk mengadakan upacara adat ataupun untuk beristirahat. Bentuknya akan tergantung pada jumlah tiang di bangunannya.

5. Bale Dauh. Bale ini merupakan tempat penerimaan tamu yang berada di bagian Barat kawasan rumah. Bale ini memiliki posisi lantai yang lebih rendah dari bale meten dan juga bale gede.

6. Bale Sakepat. Untuk Bale yang satu ini merupakan bangunan terbuka dengan empat tiang. Biasa digunakan untuk tidur ataupun ruang santai keluarga.

7. Paon. Bangunan dapur rumah ini berada di sudut rumah yang berkebalikan dengan pura yaitu area barat daya. Terdapat dua area pada dapur khas Bali yaitu area penyimpanan bahan dan alat dapur serta area memasak. Karena letaknya yang berada di area buruk, disinilah tempat anggota keluarga mensucikan dirinya setelah berpergian jauh dimana dapur dianggap dapat menghilangkan ilmu hitam yang terbawa oleh anggota keluarga tersebut.

8. Jineng. Bangunan yang merupakan lumbung padi ini menjadi tempat untuk menyimpan beras. Letaknya dekat dengan dapur yang biasanya diletakkan di area tenggara rumah.

sumber: rumah-adat | wikipedia


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter