article / Exterior / 12 Bangunan di Korea Selatan Dengan Desain Eksterior Batu Bata Yang Menakjubkan
05 Mei 2017 956 Views

12 Bangunan di Korea Selatan Dengan Desain Eksterior Batu Bata Yang Menakjubkan

Penggunaan batu bata sebagai material bangunan sudah digunakan sejak lama. Konstruksi batu bata sendiri telah berhasil membuat bangunan megah dan terkenal di Turki, Mesir, Roma, dan Yunani. Batu bata sendiri paling terkenal adalah batu bata merah yang masih sering terlihat dibeberapa kota di Eropa.

Batu bata terkadang masih dianggap material tradisional yang membentuk bangunan menjadi kaku. Tetapi batu bata sendiri sudah berhasil berkembang seiring berjalannya waktu. Bahkan beberapa bangunan terkenal seperti Dr Chau Chak Wing, Frank Gehry di Sydney dan Tate Modern Switch House dari Herzog & de Meuron menggunakan material batu bata pada fasadnya yang unik.

Negara Korea Selatan berhasil menyajikan bangunan dengan fasad batu bata yang berwarna gelap memberikan nuansa berat, brutal, namun tetap menyenangkan. Arsitek negara ini sudah bereksperimen dengan batu bata sehingga dapat menampilkan fasad yang dinamis, melengkung, dan mengalir. Berikut 12 bangunan dengan fasad batu bata yang tersusun menarik.

1. MU:M Office Building

MU:M merupakan bangunan perusahaan pendidikan bahasa Inggris. Perusahaan ini memiliki sebuah logo burung hantu dengan background warna kuning. Memiliki arti petualangan, tantangan dan juga passion. Terkesan dengan logo ini, sang arsitek pun menjadikannya inspirasi untuk mendesain bangunannya. Berdasar pada bentukan sarang yang ingin dikenalkan oleh arsitek sebagai tempat beristirahat yang nyaman untuk burung hantu. Bangunan pun terselesaikan dengan bentuk yang terlihat menyatu secara natural dengan permukaan tanahnya.

Seluruh bangunan dilingkupi oleh batu bata hitam. Bangunan memiliki bentuk persegi panjang yang dipilin dan pintu masuknya terdiri dari permukaan yang terdistorsi sehingga sulit membedakan bagian depan dan belakangnya. Jendela sebesar 2m x 2m dipasang sebagai bukaan untuk menguatkan suasana terbuka. Untuk mengurangi cahaya yang berlebihan di lantai atasnya, sang arsitek memasang ambang jendela yang dapat ditutup. Dengan bentuk yang terpilin dan motif dinding yang mengulang memberikan irama pada bangunan hitam sehingga tidak terlihat polos.

2. 'The Rock' Sangsu-dong Office

Bentuk lahan pada bangunan ini seperti tangan yang sedang menunjuk. Pada bagian telapak tangannya bangunan didirikan sedangkan pada bagian telunjuk dijadikan jalan masuk. Bangunan ini dapat diakses melalui jalur bawah ataupun atas, namun pintu masuk utama berada di bagian paling atas bangunan.

Bangunan terdiri dari 4 lantai gedung perkantoran dan atap datar bangunan yang dijadikan teras terbuka. Material batu bata menjadi peranan penting pada fasad bangunan. Untuk membuat bangunan tidak terasa monoton, warna batu bata pada bangunan paling atas dengan bagian bawahnya dibuat berbeda. Ditambah lagi transformasi bentuk bangunan yang dekonstruksi membuat batu bata terlihat fleksibel karena dapat mengikuti bentukan fasad.

3. The Ziffer

Bangunan empat lantai dengan fungsi yang bermacam-macam, berdiri secara individual namun memberikan ketertarikan pada lantai dasarnya. Dengan memberikan pelingkup kaca dan kolom pada lantai dasar memberikan kesan keterbukaan. Keunikannya tidak berhenti pada bagian itu saja. Taman yang terletak di sudut-sudut bangunan membuat area ini jadi menyatu dengan lingkungan tanpa terasa membosankan.

The Ziffer ini memang mengambil inspirasi dari bentukan penyangga huruf Z yang dimaknai sebagai sekat penyatu antara ruang publik dan privat. Setiap lantai dipasang dengan pintu lipat dibelakang dinding struktur bangunan untuk melindungi ruang di dalamnya dari cuaca dingin di Korea.

4. Two Courtyard House + Bridge 130 Cafe

Kawasan bangunan ini terletak di jalan utama yang terkenal untuk menuju ke kuil Ssanggyesa. Terdiri dari dua bangunan yaitu Courtyard House dan Cafe Bridge 130. Memberikan nuansa alami dengan pemandangan indah seperti bunga sakura dan taman disekitarnya.

Bukaan yang lebar pada bangunan ditopang oleh konstruksi batu bata yang berwarna abu-abu. Memberikan ketenangan dan kestabilan pada kawasan. Tidak hanya bukaan yang lebar saja, bahkan dinding batu bata ini bisa mengikuti ritme lengkung pada bangunan.

5. SJ Office Building

Samjung merupakan sebuah perusahaan yang sudah melebarkan sayap bisnisnya dengan pengalaman berdiri 30 tahun. Maka dari itu konsep dari bangunan ini sendiri adalah segmen bangunan yang terdiri dari material batu bata tradisional yang ditumpuk mengekspresikan konsep perusahaan yang sudah berkembang ditumpuk waktu.

Perpaduan material batu bata hitam, kaca, dan juga kayu pada shading jendela terkonsep rapi dan cantik. Setiap sisi bangunan didesain berbeda karena mengikuti arah pencahayaan matahari. Sehingga memiliki penyelesaian berbeda tiap dindingnya.

6. B' House

Terdapat dua rumah huni pada kawasan ini. Pemilik rumah berencana untuk tinggal bersama orang tuanya di pedesaan maka dari itu sang arsitek pun mendesain rumah yang mementingkan kebutuhan penggunanya di kedua rumah.

Arsitek pun memfokuskan pada tiga point utama yaitu bagaimana gaya hidup dapat tercerminkan di penampilan kedua rumah, bagaimana menggabungkan kedua rumah secara natural dan cara untuk memberikan privasi pada masing-masing pemilik rumah.

Rumah untuk anaknya diberikan warna serba putih dengan pelingkup batu bata putih. Sedangkan pada rumah orang tuanya dengan warna bata hitam. Bentuk dan warna yang berbeda saling menyatu dengan adanya halaman diantara kedua rumah itu. Tidak lupa juga sebagai pembatas kawasan, dinding tinggi bata hitam juga melingkupi area rumah ini. Tidak dengan dinding solid, penyusunan batu bata dengan lubang kecil pada tembok pembatas membuat area jadi lebih terbuka.

7. Blooming House with Wild Flowers

Dengan membiarkan taman mini di area rumah, sang arsitek berhasil merenovasi rumah tua menjadi tampak antik dan megah. Beberapa bagiannya ada yang terinspirasi dari penampakan istana tua di Korea yaitu Suwon Hwaseong Fortress.

Warna yang timbul dari batu bata memberikan kesan tua dan kokoh. Warna gradasi putih hingga hitam muncul pada eksterior bangunan secara alami.

8. Kangaroo House

Seperti namanya, rumah ini terkonsep dari binatang kanguru. Dimana kanguru selalu membawa anaknya didalam kantongnya. Fungsinya pun serupa. Rumah huni ini adalah satu bentukan rumah yang didalamnya terdapat dua keluarga di dalamnya. Didesain unik dengan perpaduan warna kayu dan bata hitam sebagai pemisah rumah.

Untuk warna batu bata hitam merupakan rumah orang tua. Sedangkan warna kayu merupakan bagian dari rumah anak. Sehingga privasi kedua keluarga tetap terpenuhi di dalam rumah ini. Fasad unik dan cantik terbentuk menarik oleh bata hitam yang melingkupi rumah.

9. ABC Building

Bangunan 5 lantai ini terbentuk seperti pegunungan. Makin ke atas makin kecil dan puncaknya memberikan pemandangan perkotaan yang cantik. Jalan menuju ke atas bangunan pun juga terbuka untuk umum melalui tangga pada gang yang dibuat tepat di belakang fasad batu batanya. 

Pemilihan material batu bata hitam sangat dominan pada bangunan ini. Material bata hitam mempresentasikan rasa hormat pada taman yang bersejarah. Bangunan ini memiliki fasad bata hitam yang berlapis. Struktur baja juga terdapat di susunan fasad bata hitam yang ditumpuk tanpa mortar. Sehingga menciptakan ruang yang solid sekaligus transparan di kedua sisi yang berbeda.

10. The Curving House

Rumah ini memiliki bentuk yang tampak fleksibel dengan lengkungan. Dilingkupi oleh material bata abu-abu tradisional yang disusun sesuai dengan sudut tertentu. Batu bata juga dilapisi dengan warna silver yang tahan air. Silver memberikan warna yang sentimental menunjukkan perubahan warna pada dasar bangunan hingga atas. Dengan dua bidang yang berbeda, batu bata disusun pada sudut 1° hingga 25°.

Variasi dari sudut penyusunan bata merupakan cara untuk menunjukkan bentukan fasad rumah. Bayangan yang terbentuk ketika disinari matahari memperlihatkan garis yang mengalir menunjukkan tekstur fasad. Bentukan fasad yang berbeda-beda ini akan mengekspos keseluruhan bangunan dari berbagai perspektif.

11. Pixel House

Pixel house ini memiliki bentukan yang mengingatkan kita dengan sebuah pixel pada desain. Pixel atau piksel merupakan titik terkecil dalam sebuah gambaryang dihitung per inci. Dengan bentuk yang tidak rata pada bagian atas rumah menyerupai pixel gambar.

Bentuk pixel ini tidak hanya tampak pada bagian atas bangunan saja tapi diseluruh bangunan. Pada bagian belakang bangunan yang melengkung, batu bata disusun secara ortogonal dan membuat bata menonjol keluar bangunan. Perpaduan dua bentuk kontur rata dan ortogonal pun terlihat dari penyusunan batanya.

12. Marimba House

Untuk rumah yang terakhir ini didesain sebagai hunian dan juga studio musik perkusi. Rumah ini terdiri dari tiga lantai yang memiliki tiga fasad eksterior yang berbeda pula. Pada lantai dasar dilingkupi dengan material coklat kayu, lalu pada lantai kedua terdapat susunan batu bata abu-abu yang memberikan kesan solid dan tertutup. Lalu lantai paling atasnya dilingkupi dinding bercat oranye.

Bentuk kubus pada lantai dua ini terdiri dari kamar dan teras. Bentukannya dibuat menyesuaikan bentukan atap juga. Pada atap lantai ini terdapat skylight. Material batu bata memang digunakan dilingkungan sekitar juga. Pada rumah ini terlihat rapi, cantik, dan juga kokoh dan kontras dengan pelingkup lainnya.

Sumber : Eksterior Batu Bata

Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter