article / Building / 8 Rumah Tradisional di Berbagai Negara yang Menunjukkan Setiap Negara Punya Kebudayaan dan Ciri Khasnya Tersendiri
13 Juni 2018 1K Views

8 Rumah Tradisional di Berbagai Negara yang Menunjukkan Setiap Negara Punya Kebudayaan dan Ciri Khasnya Tersendiri

Rumah tradisional merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki setiap negara. Adanya rumah yang terdesain menunjukkan perkembangan teknologi dan memperlihatkan sejarah setiap tempatnya. Berbagai macam rumah tradisional juga masih digunakan di berbagai daerah di negaranya secara turun temurun dan tanpa perubahan atau dengan sedikit sekali perubahan. Setiap rumah tradisional di setiap negara pastinya mempunyai cerita dan budayanya masing-masing. Berikut beberapa desain rumah tradisional dari negara luar.

 

Minka, Japan

Sama halnya seperti Indonesia, Jepang pun terdiri dari berbagai perfektur daerah dengan rumah tradisionalnya masing-masing. Seperti halnya atap rumah dengan khas kerajaan Jepang untuk kediaman kalangan berkuasa, ataupun atap segitiga yang lebih besar daripada badan bangunannya seperti pada rumah minka yaitu rumah untuk rakyat biasa. Minka sendiri juga didesain berbeda pada setiap daerah.

kcpinternational

Rumah tradisional asal Jepang satu ini memiliki karakteristik yang berbeda dari rumah tradisional lainnya yang terlihat pada struktur dasar, atap, dan juga bentuknya. Minka sendiri berkembang melalui sejarah dengan gaya khas yang tampak pada zaman Edo. Pada bagian desain lantai huniannya terdapat dua macam pengaturan yang dapat diterapkan yaitu dengan penggunaan tatami dengan ukuran standar atau berdasarkan letak dan ruang antar kolomnya. Keharmonisan antara bentuk dan juga materialnya terasa khas dan unik.

 

Iglo, Kanada

Rumah unik dari salju ini tentunya juga bukan hal yang asing bagi banyak orang. Rumah sementara dengan bentuk kubah yang tersusun dari balok salju memang dikenal sebagai tempat tinggal orang Inuit atau Eskimo. Selain menggunakan salju, rumah juga biasa dibangun dengan dilapisi tulang ikan paus atau kulit hewan. Meski terbuat dari salju, rumah ini terasa hangat di dalamnya. Salju sendiri sangat cocok digunakan sebagai insulator dari cuaca dingin.

smartbox

Igloo sendiri terdiri dari 3 macam yaitu tipe kecil yang biasa digunakan sementara, semipermanen untuk keluarga, dan berukuran besar untuk acara tertentu yang dapat menampung hingga 20 orang. Igloo sendiri terdiri dari ruang utama pada kubahnya, terowongan pintu masuk, dan juga jendela serta ventilasi sehingga cahaya tetap masuk ke dalam huniannya.

 

Izba, Rusia

Rumah tradisional yang berada di pinggiran kota yang tersusun dari batangan kayu. Biasanya dibangun dekat dengan jalan dan berada di dalam halaman yang juga terdapat area dapur, taman, lumbung dan pagar dari anyaman. Adapun ukiran hiasan pada kayu pada fasad huniannya yang menambah keindahan bangunan.


wikimedia

Untuk interior dan eksteriornya, terlihat sekali dinding yang tersusun dari batangan kayu pinus yang disela-selanya diberi tanah liat. Batangan kayu menjadi bagian dari arsitektural vernakular Rusia yang sangat dominan hingga beberapa abad lalu. Namun saat ini desain rumah izba dari kayu lebih sering terlihat pada hunian pondok ataupun gudang anggur.

 

Turf House, Islandia

Islandia memang dikenal dengan rumah unik yang satu ini. Rumah yang dikelilingi dengan tanah berumput di sekeliling rumahnya membuat hunian terasa menyatu dengan tanah. Rumah turf ini sendiri terdiri dari pondasi batu dan kerangka kayu. Setiap kerangka kayunya dipasangkan blok tanah rerumputan.

garykent

Biasanya pondasi yang menjadi dasar hunian ini terdiri dari pondasi batu datar. Keseluruhan areanya tertutupi rerumputan kecuali pada bagian pintu dan juga jendelanya. Untuk lantainya, penggunaan material akan bergantung pada penggunaan bangunannya.


 

Hanok, Korea

Arsitektur tradisional korea ini sangatlah memperhatikan lokasi dan lingkungannya. Pertimbangan letak geografis dan musimnya akan mempengaruhi desain ini. Desain rumahnya mengikuti aturan rumah ideal dimana bangunannya membelakangi gunung sedangkan di depannya terdapat sungai. Orientasi menghadap ke timur atau selatan menjadi panduan agar rumah mendapat sinar matahari yang cukup.

atraveldiary

Rumah ini dibangun dari bahan alami seperti kayu, tanah, batu, jerami, genting, dan kertas. tiang dan kerangka terbuat dari kayu sedangkan pengisi temboknya terbuat dari bata bercampur tanah dan rumput. Hunian tradisional ini dilengkapi dengan ondol yaitu penghangat lantai rumah selama musim dingin. Atap lengkung khas korea pun terlihat pada bangunan ini.

 

Trullo, Italia

Rumah dengan bentuk kerucut ini mengingatkan kita dengan rumah kurcaci yang ada di kisah dongeng. Berasal dari wilayah Puglia yaitu Italia bagian selatan, terbangun dari susunan batu. Dindingnya pun dibuat sangat tebal sekitar 0.8 meter hingga 2.7 meter agar suhu di dalam ruangan tetap sama di segala musim.


pl.wikipedia

Bentuk dasar bangunannya didesain melingkar ataupun kotak. Untuk fasadnya sendiri dapat didesain dengan beragam perimeter. Ada bangunan yang tampak menyembunyikan atapnya dengan menaikkan dinding rumahnya atau bahkan membuat atap terekspos. Bukaan jendela pada rumah tradisional ini pun juga tidak banyak.

 

Irish Cottage Thatched Roof, Irlandia

Salah satu hal yang mudah dikenali dari rumah tradisional Irlandia adalah atapnya. Penggunaan material jerami dan juga bentuknya yang unik menjadi ciri khas tersendiri pada bangunannya. Rumah tradisional yang awalnya berupa gubuk dengan atap jerami mengalami perkembangan sehingga menjadi hunian yang lebih memiliki gaya dengan penyesuaian lingkungannya.

interiordesign

Atap dari rumah irish ini dianggap memiliki nilai estetika sehingga berbagai bentuk pun terbangun dengan tetap menonjolkan jeraminya. Berbagai macam tipe rumah irish dari yang berukuran kecil, tingkat, hingga yang paling populer dengan adanya pemanas ruangan di bagian tengah huniannya. Adapun penggunaan loteng menjadi area tidur untuk penghuninya.

 

Traditional Holland House, Belanda

Rumah tradisional dengan arsitektural Belanda ini cukup khas. Terdapat berbagai bentukan desain dari bentuk segitiga hingga melengkung dan lancip pada bagian atapnya. Keberagaman ini tentunya disambungkan dalam keharmonisan yang melekat pada desain huniannya yaitu warna yang cerah dan elemen dekoratif pada fasadnya.

publicdomainpictures

Tentunya karena Indonesia merupakan negara yang pernah dijajah oleh Belanda, kita pun cukup sering melihat bentukan rumah ini di berbagai area heritage pada kota-kota di Indonesia. Maka dari itu, orang Indonesia tidak akan terasa asing dengan bentukan rumah asal negeri kincir angin ini.

 

Baca juga: 10 Rumah Adat Indonesia yang Memikat Ini Menunjukkan Bahwa Indonesia Kaya akan Keberagaman


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter