article / Tips & Trick / Gempa Terjadi Dimana-mana, Sudah Saatnya Anda Merancang Bangunan Tahan Gempa Dengan Karakteristik Ini !
08 Agustus 2018 356 Views

Gempa Terjadi Dimana-mana, Sudah Saatnya Anda Merancang Bangunan Tahan Gempa Dengan Karakteristik Ini !

Bencana alam menjadi hal yang bisa terjadi kapan dan dimana saja. Seperti halnya banjir, angin tornado, ataupun gempa terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Untuk gempa sendiri terkadang bisa menimbulkan bencana susulan berikutnya. Asal gempa sendiri terjadi bisa berasal dari adanya retakan palung di laut atau berasal dari bawah tanahnya.

Gempa bumi sendiri dapat dengan mudah meluluh lantakan seluruh bangunan di atas tanah, dari bangunan kecil hingga besar. Di negara manapun bisa terjadi bencana ini baik dari pulau kecil hingga kepulauan yang lebih besar. Hal yang menakutkan dari terjadinya gempa adalah bangunan-bangunan yang runtuh dan menimpa orang yang berada di dalam atau melewatinya. Maka dari itu hal yang harus dilakukan adalah merancang bangunan tahan gempa yang tidak mudah rubuh nantinya. Seperti apakah ciri bangunan tahan gempa tersebut?

 

Tanah yang Akan Menjadi Tempat Pembangunan

sumber foto

Pemilihan tanah untuk membangun rumah ataupun bangunan tinggi juga akan berpengaruh dengan bangunan nantinya. Tanah yang keras, berpasir, atau tanah liat akan baik dan cocok untuk dilakukan pembangunan, berbeda dengan tanah yang lunak seperti berlumpur, jangan gunakan area ini untuk membangun rumah anda. Lakukanlah pemeriksaan tanah sebelum mendirikan bangunan di atasnya.

Pondasi Bangunan

sumber foto


Perbedaan tanah ini juga akan mempengaruhi konstruksi pondasinya. Ukuran pondasi atau kedalamannya perlu diperhatikan. Struktur yang digunakan sebagai penumpu ini bertugas menahan beban yang masuk sehingga didistribusikan agar keluar ke lahan bangunannya. Jenis pondasi yang digunakan juga akan terpengaruh dengan tingkat bangunan ataupun jenis bangunannya, seperti halnya rumah akan memiliki pondasi yang berbeda dengan pondasi gedung pencakar langit. Pondasi dan struktur bangunan bergerak sebagai satu unit sehingga perlu memiliki kestabilan saat bangunan bergerak.

Kekakuan dan Kekuatan Struktur Bangunan

sumber foto

Tidak hanya landasan saja yang harus diperhatikan, namun keseluruhan struktur bangunan harus menjadi hal utama. Bangunan tidak boleh terlalu kaku, konstruksi harus senantiasa fleksibel dapat kaku ataupun lentur sehingga ketika terjadi gempa, bangunan ikut bergerak bersama. Tidak hanya fleksibelnya, konstruksinya pun harus kuat menahan beban vertikal dari atasnya. Gempa tidak hanya bergerak secara horizontal namun juga vertikal maka diperlukan konstruksi yang dapat bergerak mengikuti pergerakan tanah dan cukup kuat menyalurkan beban dari atas ke pondasinya. Kekakuan dan kekuatan tentunya dapat tercipta dari konstruksi bangunan dan juga material yang digunakan.


 

Baca Juga: 5 Bangunan di Jepang Tahan Gempa dengan Sistem Struktur Konstruksi yang Berbeda

 

Kualitas Bahan Konstruksi yang Digunakan


sumber foto

Kekuatan bangunan juga berasal dari pemilihan bahan konstruksi yang digunakan. Gunakan bahan yang baik dan sudah terbukti atau bersertifikat. Campurannya pun juga harus sesuai sehingga dapat menyerap energi gempa itu sendiri. Penggunaan baja bertulang sebagai pertulangan kolom bangunan merupakan salah satu hal yang penting dan ideal karena tulang baja tersebutlah yang memiliki sifat fleksibel. Kualitas bahan ini pun juga harus diimbangi dengan perhitungan yang tepat sehingga bangunan lebih awet dan tahan gempa.

Konstruksi Geometris

sumber foto

Konstruksi yang simetris dan juga menggunakan struktur geometris akan menjadikan bangunan lebih aman. Hal ini bukan berarti bangunan harus sekedar kotak-kotak saja. Bangunan dapat berbentuk atap melengkung ataupun berbagai macam sesuai kreativitas. Akan tetapi strukturnya bangunannya lah yang harus diperhatikan, misalnya menggunakan atap dome namun dengan struktur rangka space frame dimana bentuknya tersusun dengan adanya kerangka segitiga. Bentuk segitiga sendiri merupakan salah satu struktur bangunan yang dapat menyalurkan beban kesegala arah secara merata, maka dari itu sering kita lihat bangunan dengan atap segitiga pada rumah.

Beban yang Terbagi Rata dan Struktur yang Berkelanjutan

sumber foto

Selain konstruksi geometris, struktur bangunan juga harus berkelanjutan. Beban yang diterima dari atas harus dapat tersalurkan ke tanah. Setiap lantainya harus memiliki penumpuan beban ke bagian bawah bangunannya. Untuk struktur bangunan seperti kantilever pun juga perlu penyaluran beban seperti penggunaan kolom atau baja segitiga yang tentunya tergantung dengan dimensi dan ukuran elemen bangunan yang ingin dirancang.

sumber: safetymanagement | homify


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Sarah Dwi Putri
A dreamer | Art | Travel | Architecture | Writer | Filmaker

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter