article / Building / 5 Gedung sebagai Gedung Pencakar Langit di Jakarta
24 Maret 2020 427 Views

5 Gedung sebagai Gedung Pencakar Langit di Jakarta

Jakarta? Siapa yang tak kenal dengan Ibukota Negara Indonesia ini. Jakarta adalah kota metropolitan di Indonesia yang sedang maju pesat, dengan banyaknya perkembangan bisnis, industri, dan juga pembangunan.

Yap! Pembangunan. Pasti sudah kenal Jakarta dengan Puluhan Gedung Pencakar Langit yang ikut menghiasi Ibukota ini. Yuk telusuri gedung - gedung pencakar langit tersebut di Jakarta

1. Bakrie Tower

 

sumber : edupaint.com


Selesai dibangun pada 2009 silam. Dengan ketinggian 217 meter, Bakrie Tower bisa disebut sebagai gedung pencakar langit.Yang menarik dari gedung ini bukan hanya soal jangkungnya, tapi juga estetika arsitekturnya yang unik dan rumit. Kepercayaan kelompok usaha Bakrie terhadap arsitek Urbane Indonesia dengan arsiteknya Ridwan Kamil, arsitek muda yang juga dosen di Institut Teknologi Bandung, dengan hasil desain yang memukau pada Bakrie Tower.Ridwan menggunakan koneksi dan pengalamannya yang sudah berkiprah di luar negeri dengan menciptakan arsitektur twisting atau struktur yang berputar pada sumbu gedung. Seni arsitektur ini menjadikan pola gedung laksana berputar dengan menjadikan setiap lantai ada pergeseran sekitar 0,47° atau sekitar 15cm. Pergeseran struktur bangunan tersebut terjadi pada tiga bagian  yaitu dari ground floor sampai dengan lantai 17 berputar ke kanan. Diteruskan  lantai 17 sampai lantai 33 berputar ke kiri, kemudian dari lantai 33 hingga lantai 48  berputar kembali ke kanan. Dengan desain semacam itu, dari jauh menjadikan Bakrie Tower bak Si Penari Balet yang tengah meliuk dan berputar.



2. Menara Palma


sumber : gaptekupdate.info

merupakan sebuah gedung yang menyerupai bentuk menara yang terdapat di jantung kota Jakarta. Salah satu gedung yang terkenal di kawasan ini adalah  bangunan gedung yang menyerupai menara. Lokasinya berada di Jl. H. Rasuna Said Blok X 2 Kav 6 Kuningan yang dikenal sebagai kawasan bisnis terbaik. Memiliki 12 lantai ini dibuat khusus untuk disewakan kepada para pengusaha yang berasal dari luar daerah. Sistem sewa service office merupakan sistem sewa gedung perkantoran lengkap dengan semua fasilitas yang ada di dalamnya. Bahkan ada juga yang dilengkapi dengan petugas kebersihan langsung sehingga anda juga tidak perlu memikirkan kondisi kebersihan gedung yang anda sewa tersebut. Dengan sistem sewa seperti ini tentu saja sangat membantu para pengusaha terutama bagi mereka yang berasal dari wilayah yang jauh dari kota Jakarta.


3. Regatta Hotel


sumber : wikipedia.org


The Regatta adalah kompleks pembangunan campuran dari 11 gedung pencakar langit yang menghadap ke Laut Jawa di Kawasan Pluit. Yang tertinggi dari menara adalah bangunan hotel dan tingginya mencapai 163 meter dan memiliki 40 lantai. Konsep pembangunan mengikuti tema bahari, pusat yang menjadi hotel berbentuk aerodinamis yang menghadap ke Laut Jawa dengan garis-garis chic adalah serangkaian 10 menara apartemen dengan desain yang sama, melambangkan kapal-kapal tinggi yang berlayar di sekitar 'mercusuar' yang diwakili oleh hotel, yang memberi nama 'Regatta'. Pengembangan ini memenangkan Penghargaan Prix d'Excellence FIABCI (International Real Estate Federation) pada tahun 2010. Dirancang oleh WS Atkins, UK, Dideveloper oleh Badan Kerjasama Mutiara Buana dan Kontraktor Utama adalah PT. Total Bangun Persada Tbk.



4. Menara BCA


sumber : wordpress.com/

 

Gedung yang berlokasi di Jl. MH Thamrin no 1 Jakarta, memiliki luas bangunan 82.000m2 ,memiliki jumlah lantai 56 + 2 basement. Dibangun dengan konsep green building. Menurut buku Green Design for Sustainable Future karya Brenda dan Robert Vale tahun 1996 diungkapkan enam aspek bangunan hijau, yaitu :

1. Hemat Energi, dibuat beradaptasi pada lingkungan bukan merubah lingkungan yang sudah ada. Lebih jelasnya dengan memanfaatkan potensi matahari sebagai sumber energi

2. Memanfaatkan kondisi dan sumber energi alam, dengan memanfaatkan kondisi alam, iklim dan lingkungannya sekitar ke dalam pengoperasian bangunan

3. Menanggapi keadaan tapak pada bangunan, dari bangunan baik dari segi konstruksi, bentuk dan pengoperasiannya tidak merusak lingkungan sekitar.

4. Memperhatikan pengguna bangunan, dengan memperhatikan kondisi pemakai yang didirikan di dalam perencanaan dan pengoperasiannya.

5. Meminimalkan Sumber Daya Baru, meminimalkan penggunaan material baru, dimana pada akhir umur bangunan dapat  untuk membentuk arsitektur lainnya.

6. Holistic, Memiliki pengertian mendesain bangunan dengan menerapkan  poin - poin sebelumnya menjadi satu dalam proses perancangan. Sebanyak mungkin dapat mengaplikasikan green architecture yang ada secara keseluruhan sesuai potensi yang ada.



5. Sinarmas MSIG Tower

sumber : wikipedia.org

 

Gedung yang terletak di Jl. Jenderal Sudirman Jakarta Pusat memiliki ketinggian 245 meter dengan 48 lantai didalamnya. Beroperasi mulai tahun 2015 dan menelan investasi Rp1,5 triliun. Dirancang oleh perusahaan arsitektur terkenal Marzio Kato Architecture dari Los Angeles. Gedung ini menggunakan Double Glass System yang  berfungsi mengurangi suhu panas dari dalam gedung. Di Developer oleh PT. Duta Anggada Realty, Manajemen Konstruksi oleh PT. Arkonin, Kontraktor Utama oleh PT. Murinda Iron Steel dan Kontraktor Fasade oleh PT. Indalex Maspion


Tulisan ini adalah tulisan dari pembaca furnizing, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Apriliahome
Aprilia Home adalah perusahaan furniture yang berdiri sejak 3 Januari 2017 di Kota Yogyakarta. Dimana perusahaan ini menggunakan olahan limbah tidak terpakai dari Jogja Foamindo sebagai bahan utama hingga menghasilkan produk yang berkualitas. Aprilia Home merupakan sister company dari Jogja Foamindo. Limbah foam dari Jogja Foamindo yang tidak terpakai digunakan oleh Aprilia Home sebagai bahan utama (foam) untuk memproduksi berbagai macam produk seperti poufs, pillows, dan small furnitures yang diperlukan untuk hunian maupun perkantoran. Produk yang kami tawarkan memiliki kualitas tinggi dengan harga yang kompetitif. Aprilia Home merupakan perusahaan lokal yang menerapkan sistem locally produced. Aprilia Home memproduksi furniture berbahan dasar limbah foam (busa) yang diperoleh dari Jogja Foamindo. Foam yang sudah tidak terpakai tersebut kemudian melalui proses daur ulang hingga menjadi cacahan foam yang akan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan furniture yang berkualitas tinggi. Cacahan foam tersebut tidak cepat kempis sehingga lebih nyaman digunakan karena lebih empuk, kuat, dan tahan lama dalam pemakaiannya. Tingkat keempukannya pun dapat disesuaikan dengan keinginan konsumen. Demi menjaga kualitas agar selalu terjamin, proses pembuatan dan pembentukan pola dilakukan secara teliti. Selain itu, proses pencacahan foam menggunakan mesin dengan memberdayakan tenaga kerja lokal yang bertempat tinggal disekitar Aprilia Home. Sebelum dipasarkan setiap produk Aprilia Home selalu melalui quality control yang ketat untuk menjamin mutu dan kualitas produk demi kepuasan konsumen.

LEAVE A COMMENT


Comment


invisible hit counter